Tulungagung – Memasuki usia ke-79, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengukuhkan pengabdiannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Momen Hari Bhayangkara ke-79 turut diwarnai ungkapan rasa syukur, doa, dan apresiasi mendalam terhadap peran Polri. Salah satunya melalui karya sastra berjudul Abdi Bermantra Do’a yang disampaikan oleh KH Imam Mawardi Ridlwan.
Dalam puisinya, KH Imam Mawardi Ridlwan memotret pengabdian panjang keluarga besar Bhayangkara yang telah mengabdi selama hampir delapan dekade. Berseragam rapi, berakhlak menawan, personel Polri digambarkan sebagai sosok yang setia, berani, dan selalu hadir di tengah masyarakat. Mereka bekerja tanpa banyak sorotan demi menciptakan rasa aman dan damai.
“Seragammu bukan lambang kuasa,
Tapi ikrar setia tanpa jeda,
Melindungi asa,
Tuk rakyat hidup dalam damai dan bahagia,
Sembuhkan putus asa.”
Demikian salah satu kutipan dalam puisi Abdi Bermantra Do’a yang sarat makna. KH Imam Mawardi Ridlwan menegaskan bahwa Polri bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga peneduh masyarakat. Dalam tiap langkah, Polri diingatkan untuk senantiasa mengedepankan prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang tak sekadar menjadi jargon, melainkan menjadi napas pengabdian.
Puisi tersebut juga menekankan bahwa tugas Polri tak hanya soal senjata, melainkan juga doa, kesabaran, dan asa. Sebuah ikhtiar agar negeri senantiasa damai, masyarakat hidup tenteram, dan tatanan sosial tetap bernurani.
“Presisi bukan hanya jargon di lisan,
Namun menjadi napas di tiap tindakan,
Bersama rakyat engkau sejalan,
Menjadi pelita dalam gelap harapan.”
Di momen Hari Bhayangkara ke-79, KH Imam Mawardi Ridlwan menyampaikan harapan agar Polri terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan keutuhan bangsa. Ucapan selamat pun beliau sampaikan, “Dirgahayu HUT Bhayangkara ke-79, Semoga Dalam Pengabdian Jaga Keamanan Negara, Keberkahan, dan Kemakmuran.”
Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 jatuh pada 1 Juli 2025, bertepatan dengan 4 Muharram 1447 Hijriah. Bagi masyarakat Tulungagung, karya sastra KH Imam Mawardi Ridlwan menjadi wujud doa dan dukungan moral kepada seluruh anggota Polri agar tetap teguh dalam mengemban tugas demi negeri yang aman, damai, dan sejahtera.
(IMR)







