Lubuklinggau, Sumatera Selatan — Warga RT 07, Jalan Multi, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, mengeluhkan bau busuk dan banyaknya nyamuk akibat genangan air yang tak kunjung diatasi. Penggiat lingkungan mendesak Wali Kota Lubuklinggau segera mengevaluasi kinerja Lurah Pelita Jaya yang dianggap tidak tanggap terhadap persoalan lingkungan.
Keluhan ini disampaikan beberapa warga saat ditemui awak media pada Minggu (6/7/2025). Warga mengaku kesal lantaran pihak kelurahan, terutama lurah, dinilai abai dan tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
“Kami merasakan tidak ada perhatian dari pihak pemerintah kelurahan untuk mengatasi persoalan ini. Kami setiap hari mencium aroma busuk dan harus menghadapi banyaknya nyamuk akibat genangan air,” ungkap Pribadi, warga RT 07.
Sementara itu, penggiat lingkungan Ferry Isrop turut angkat bicara. Ia meminta Wali Kota Lubuklinggau mengevaluasi kinerja Lurah Pelita Jaya yang dianggap gagal dalam menampung dan menindaklanjuti aspirasi serta keluhan warga.
“Saya meminta Wali Kota Lubuklinggau mengevaluasi kinerja Lurah Pelita Jaya, bahkan kalau perlu dinonaktifkan. Karena dinilai tidak turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi lingkungan yang ia pimpin. Bisa saja masih banyak aspirasi warga lain yang sengaja didiamkan,” tegas Ferry Isrop.
(Erwin, Kaperwil Sumsel Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)








