SURABAYA – Perayaan HUT ke-63 SMAK Frateran Surabaya dan Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum istimewa bagi Ikatan Alumni SMAK Frateran Surabaya Angkatan 2002 untuk kembali mempererat tali persaudaraan lintas generasi.
Mengangkat semangat “Be The Light, Light Up The Path, and Pass On The Light”, Alumni Frateran 2002 menghadirkan kegiatan yang memadukan olahraga, sejarah, silaturahmi, kewirausahaan, hiburan, serta refleksi tentang arti menjadi bagian dari keluarga besar SMAK Frateran.
Kegiatan tersebut mempertemukan guru, murid, alumni dan keluarga besar SMAK Frateran dalam suasana penuh keakraban.
Fun Walk menyusuri kawasan Surabaya Lama menjadi salah satu agenda utama. Para peserta menikmati perjalanan sembari mengenal kembali berbagai sisi historis Kota Pahlawan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai generasi Frateran. Guru, alumni dan murid berinteraksi tanpa sekat, berbagi pengalaman serta membangun kembali hubungan yang telah terjalin sejak masa sekolah.
Kemeriahan berlanjut melalui bazar yang melibatkan local partner, brand dan pelaku usaha dari kalangan alumni beserta jejaringnya. Bazar tersebut menjadi ruang untuk saling mendukung sekaligus memperkenalkan berbagai produk dan usaha lokal.
Berbagai permainan dan lomba juga membuat suasana semakin meriah. Guru, murid dan alumni larut dalam tawa dan kompetisi yang sehat. Momen tersebut memperlihatkan bahwa hubungan keluarga besar SMAK Frateran dapat terus terjaga meskipun berbeda usia dan generasi.
Puncak emosional kegiatan hadir melalui pelepasan 63 balon bintang ke langit. Angka 63 merepresentasikan perjalanan SMAK Frateran Surabaya yang telah memasuki usia 63 tahun.
Balon-balon bintang tersebut menjadi simbol harapan, doa, kenangan dan cita-cita bagi masa depan keluarga besar SMAK Frateran. Pelepasan itu juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi harus terus diteruskan kepada generasi berikutnya.
Kehadiran Bu Rudy, pengusaha kuliner legendaris asal Surabaya melalui Sambal Bu Rudy, turut menambah warna dalam kegiatan. Sosok entrepreneur lokal tersebut menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang mempertemukan pendidikan, jejaring alumni dan semangat kewirausahaan.
Ketua IKA Alumni Frateran 2002, Wishnu Aji Prabowo, menegaskan bahwa alumni harus mampu menjadikan hubungan dengan almamater sebagai sesuatu yang lebih bermakna daripada sekadar nostalgia.
“Be The Light berarti kita terlebih dahulu menjadi terang melalui kehidupan dan karya kita. Light Up The Path berarti kehadiran kita dapat membuka dan menerangi jalan bagi orang lain. Dan Pass On The Light berarti kebaikan, pengalaman, serta kesempatan yang kita miliki tidak berhenti pada diri kita sendiri, tetapi diteruskan kepada generasi berikutnya dan orang-orang di sekitar kita,” ujar Wishnu.
Menurutnya, Frateran merupakan tempat yang tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga membentuk persahabatan, karakter, kedisiplinan, kepedulian dan nilai kehidupan.
Karena itu, Alumni SMAK Frateran 2002 ingin terus menjaga hubungan dengan sekolah dan memberikan kontribusi bagi generasi muda.
Semangat tersebut diwujudkan melalui upaya reconnect, collaborate, dan give back. Alumni diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman generasi terdahulu dengan kebutuhan generasi masa kini.
Kegiatan tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar reuni. Ia menjadi perayaan tentang perjalanan, persahabatan, sejarah, harapan dan masa depan.
Langkah bersama menyusuri Surabaya Lama menghidupkan kembali kenangan.
Bazar membangun jejaring dan dukungan terhadap usaha lokal. Lomba mempererat kebersamaan. Sementara 63 balon bintang menjadi simbol doa agar cahaya Frateran terus menyala.
Bagi Alumni SMAK Frateran 2002, menjadi bagian dari Frateran berarti memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai baik yang telah diperoleh.
Sebab pendidikan tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan bangku sekolah. Pendidikan akan terus hidup melalui bagaimana seseorang berkarya, memperlakukan sesama, membangun jejaring, berbagi pengalaman dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Dari generasi ke generasi, cahaya itu diharapkan tidak pernah padam.
Be The Light. Light Up The Path. Pass On The Light. Menjadi terang, menerangi jalan, dan meneruskan terang.
(Tim Redaksi)







