Banyuwangi – Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Banyuwangi. Titik api terpantau di kawasan Cagar Alam Hutan Ijen Untuk mencegah api semakin meluas, Kodim 0825/ Banyuwangi bersama tim gabungan langsung bergerak sejak dini hari tadi.
Penanganan dilakukan secara cepat dengan menyiagakan personel dan armada secukupnya. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan Damkar dikerahkan ke lokasi guna melakukan pemadaman dan pendinginan.
Tim Gabungan Bergerak Sejak Dini Hari
Upaya penanganan karhutla dilakukan sejak pagi buta. Personel gabungan membawa peralatan pemadaman untuk memutus jalur api agar tidak merambat ke area lain.
“Kita siagakan armada dan personel secukupnya. Tim gabungan TNI, Polri dan Damkar sudah mulai bergerak sejak dini hari tadi untuk melakukan pemadaman dan membuat sekat bakar,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Hingga saat ini upaya pemadaman masih terus dilakukan mengingat kondisi angin dan medan yang cukup terjal di kawasan Ijen.
Imbauan Kodim: Jaga Cagar Alam Bersama
Serma Eko Sulistiono dari Kodim 0825/ Banyuwangi menegaskan bahwa kebakaran terjadi di kawasan cagar alam Oleh karena itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. 6/September/2026
“Terjadinya kebakaran cagar budaya hutan Ijen ini. Kami minta kesadaran masyarakat supaya tidak membakar lahan sekitar supaya tidak merambat kemana-mana. Mari kita jaga cagar alam lindung kita bersama-sama. Janganlah karena kepentingan pribadi mengorbankan banyak hal termasuk pemukiman yang menjadi dampaknya,” tegas Serma Eko.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa pembakaran lahan sembarangan dapat berdampak luas, mulai dari rusaknya ekosistem, kabut asap, hingga mengancam pemukiman warga di sekitar hutan.
Dampak dan Langkah Antisipasi
Kebakaran di kawasan Ijen menjadi perhatian karena merupakan salah satu kawasan konservasi dan destinasi wisata. Jika tidak segera dipadamkan, api berpotensi meluas dan merusak vegetasi serta habitat satwa liar.
Kodim 0825/ Banyuwangi bersama instansi terkait akan terus melakukan patroli, pemadaman, dan sosialisasi kepada warga di desa-desa sekitar hutan agar tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran.
Masyarakat juga diminta segera melapor jika melihat titik api baru melalui call center BPBD, Damkar, atau Babinsa/Bhabinkamtibmas terdekat.
Harapan dengan adanya penanganan cepat dari tim gabungan, diharapkan api dapat segera dipadamkan dan tidak berdampak lebih luas. Kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan di Banyuwangi.
Ganesha Abadi Suara Kebenaran, Pilar Demokrasi
(Cahyo)





