Sidoarjo – Dalam upaya mewujudkan program asta cita ketahanan pangan nasional dalam hal ini ketahan pangan Polresta sidoarjo yang dimulai dari tingkat desa, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Pulungan Brigadir Dwi Retno Polsek Sedati telah mengambil langkah progresif dengan mendorong masyarakat setempat untuk mengembangkan budidaya jamur Inisiatif ini bukan hanya sekadar program ekonomi, melainkan strategi komprehensif untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan.
Desa Pulungan sebagai salah satu wilayah binaan Polsek Sedati memiliki potensi besar dalam sektor pertanian Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya termanfaatkan dengan optimal. Melihat kondisi ini, Bhabinkamtibmas setempat menyadari bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk aparat keamanan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Budidaya jamur dipilih sebagai fokus utama program ini karena beberapa pertimbangan strategis. Pertama, tanaman jamur merupakan sumber protein nabati yang paling terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat. Kedua, tanaman jamur memiliki siklus panen yang relatif cepat dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar untuk memulai. Ketiga, permintaan akan tanaman jamur di pasar, sehingga memberikan jaminan keberlanjutan ekonomi bagi petani
Bhabinkamtibmas Desa Pulungan Brigadir Dwi Retno tidak hanya memberikan himbauan verbal kepada masyarakat, tetapi juga menyusun program yang terstruktur dan berkelanjutan. Program ini dimulai dengan sosialisasi intensif kepada warga tentang pentingnya ketahanan pangan dan potensi ekonomi dari usaha budidaya jamur Sosialisasi dilakukan melalui berbagai forum, mulai dari rapat RT/RW, pengajian, hingga pertemuan kelompok tani.
Menurut Kapolsek Sedati Iptu Masyita Dian Sugianto Keberhasilan program ini juga menunjukkan pentingnya pendekatan community policing yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara holistik. Dengan terus mengembangkan program-program inovatif seperti ini, Polri tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai katalis pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
Semoga program ini dapat terus berkelanjutan dan menginspirasi inisiatif serupa di wilayah-wilayah lain, sehingga cita-cita ketahanan pangan nasional dapat terwujud dimulai dari tingkat desa yang merupakan fondasi terkecil namun terpenting dari struktur bangsa Indonesia.
(Redho)








