Musi Rawas, Sumatera Selatan — Infrastruktur pendidikan yang layak menjadi faktor penting dalam menunjang kualitas proses belajar-mengajar. Namun, kondisi berbeda justru terlihat di SDN Babat, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas.
Meski baru direhabilitasi pada akhir tahun 2024 lalu, bangunan sekolah ini sudah menunjukkan banyak kerusakan. Proyek rehabilitasi berat ruang kelas tersebut menelan anggaran sebesar Rp810 juta dan dikerjakan oleh CV. Farid Jaya sebagai pemenang tender melalui Dinas Pendidikan Musi Rawas.
Pantauan di lapangan pada Selasa (30/7/2025), sejumlah kerusakan terlihat jelas, di antaranya dinding yang mengalami retak memanjang, plafon mengelupas, atap bocor, kusen retak, hingga lantai yang mulai pecah.
Menurut keterangan salah seorang warga setempat, H (40), pembangunan selesai sekitar bulan Oktober atau November 2024.
“Sebelumnya kondisi ruang kelas memang rusak parah. Tapi setelah direhab, ternyata belum setahun sudah rusak lagi. Kami sebagai warga menduga ada yang tidak beres dalam pengerjaannya,” ujar H dengan nada kecewa.
Ia berharap ada tindak lanjut dari pihak terkait untuk mengevaluasi kualitas proyek tersebut, mengingat dana yang digelontorkan tidak sedikit.
(Erwin – Kaperwil Sumsel, Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)








