Tuban – Langit Tuban tampak teduh, seakan ikut menyambut semangat generasi kecil yang penuh mimpi besar. Puluhan siswa kelas 4 SD Insan Kamil Tuban, dengan seragam olahraga rapi dan mata berbinar, berangkat menuju PT Pertamina EP Field Sukowati di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Rabu (17/9/2025).
Kunjungan ini bukan sekadar wisata edukasi, tetapi bagian dari Outdoor Learning untuk menyalakan cita-cita. Anak-anak dikenalkan langsung pada denyut industri energi nasional, tempat sumber daya alam dikelola untuk menggerakkan negeri.
Dari Sekolah ke Sentra Energi
Setibanya di lokasi, rombongan siswa disambut hangat oleh tim Petroleum Engineering PT Pertamina EP Field Sukowati:
Bella Dina Fitriyani, S.T. (Teknik Perminyakan ITB)
Lutfi Abel Baskara, S.T., M.T.
Dengan penuh keramahan, mereka membuka wawasan anak-anak mengenai dunia migas. Materi disampaikan secara sederhana, menggunakan ilustrasi dan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa kelas 4 SD.
Suasana menjadi hidup saat sesi tanya jawab berlangsung. Murid-murid SD Insan Kamil Tuban tampak antusias, baik ketika menyimak paparan maupun saat menyaksikan audio-visual tentang proses pemboran dan eksploitasi sumber daya alam migas.
Kepala SD Insan Kamil Tuban, Siti Himmayatul Aliyah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pengenalan awal terhadap industri energi.
> “Kami ingin anak-anak mengenal dunia energi sejak dini, bukan hanya sebagai teori, tapi pengalaman nyata,” ujarnya.
Energi Dijelaskan dengan Cinta
Para engineer Pertamina tampil bukan sekadar sebagai teknisi, melainkan pendidik yang sabar. Mereka menjelaskan proses energi dengan pendekatan yang penuh cinta dan edukatif: bagaimana minyak dan gas bumi diolah, bagaimana energi sampai ke rumah, serta mengapa menjaga sumber daya alam adalah tanggung jawab bersama.
Kepala Sekolah menambahkan bahwa Outdoor Learning menjadi metode efektif untuk membangun rasa ingin tahu dan semangat belajar siswa.
> “Tujuan utama kunjungan ini adalah menyalakan semangat belajar, membuka cakrawala, dan memberi pengalaman berharga bagi anak-anak Tuban,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Bina Insan Kamil (Yabika) Tuban, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Sukowati.
“Model pembelajaran Yabika adalah learning by doing. Anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga praktik langsung. Terima kasih kepada PT Pertamina Sukowati yang berkenan berbagi ilmu dengan siswa kami,” tutupnya.
(Red)









