Srono — Aktivitas penebangan pohon di sepanjang jalur Benculuk–Banyuwangi pada Selasa (18/11/2025) berlangsung tegang namun tertib. Dalam operasi mitigasi tersebut, Serka Timbul Suyatno, Babinsa Wonosobo Koramil 0825/08 Srono, terlihat memegang peran sentral dalam memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan warga yang melintas.
Sejak pukul 07.00 WIB, petugas Dinas Bina Marga bersama sekitar 10 warga setempat melakukan pemotongan pohon besar dan pembersihan ranting yang dinilai rawan tumbang pada musim hujan. Jalur Benculuk–Banyuwangi yang dikenal ramai dan menjadi akses vital masyarakat ini menjadi fokus utama upaya pencegahan kecelakaan.
Babinsa, Bina Marga, dan Warga Bergerak Cepat di Lapangan
Di lokasi, Serka Timbul Suyatno tampak sigap mengatur lalu lintas ketika batang pohon dijatuhkan ke badan jalan. Langkah pengamanan ini bertujuan mencegah potensi insiden, mengingat cuaca ekstrem dan angin kencang kerap memicu tumbangnya pohon tua di area tersebut.
“Ini langkah antisipasi. Musim penghujan sering disertai angin kencang. Pohon besar di pinggir jalan bisa membahayakan pengendara,” tutur Serka Timbul Suyatno saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Kehadiran Babinsa tidak hanya memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI dengan instansi teknis dan masyarakat dalam menjaga keselamatan publik.
Prioritaskan Keselamatan, Cegah Kecelakaan Sebelum Terjadi
Dinas Bina Marga menargetkan pemangkasan pohon rawan tumbang dilakukan sebelum puncak musim hujan tiba. Ranting-ranting besar dipangkas, sedangkan pohon tua yang dianggap membahayakan pengguna jalan dipotong dengan terukur.
Selama proses, beberapa kendaraan sempat berhenti sejenak karena penyempitan jalur. Namun, berkat pengaturan lalu lintas oleh Babinsa, situasi tetap terkendali dan tidak menimbulkan kepadatan panjang.
Warga yang turut membantu juga mengapresiasi peran Babinsa yang dianggap sangat penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan selama kegiatan penebangan berlangsung.
Selesai Aman dan Lancar, Mitigasi Dini Berbuah Hasil
Menjelang siang hari, seluruh proses penebangan pohon tuntas tanpa hambatan berarti. Tidak ada insiden, tidak ada kerusakan, dan seluruh aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung normal.
Upaya mitigasi ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di masa curah hujan tinggi yang kerap menjadi ancaman bagi jalur-jalur dengan pepohonan besar di sisi jalan.
Dengan kolaborasi Babinsa, petugas teknis, dan masyarakat, kegiatan hari ini menjadi bukti nyata bahwa pengurangan risiko bencana dapat berjalan efektif ketika semua pihak bergerak bersama.
(Red)







