SRAGEN – Komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Babinsa Desa Puro, Serda Dwi Nurmawoko, bersama dua personel Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen, terjun langsung ke area persawahan milik warga pada Selasa (23/12/2025), melakukan pembersihan gulma serta pengendalian hama keong yang mengancam pertumbuhan tanaman padi.
Kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bagian dari pendampingan intensif Babinsa kepada petani desa binaan. Gulma yang berpotensi menghambat penyerapan nutrisi tanaman dibersihkan secara menyeluruh, sementara hama keong yang dikenal merusak bibit padi sejak fase awal ditangani secara langsung guna mencegah kerugian lebih besar.
Serda Dwi Nurmawoko menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa di sektor pertanian merupakan bentuk dukungan konkret TNI terhadap kesejahteraan petani dan keberlanjutan produksi pangan. Dengan turun langsung ke sawah, Babinsa ingin memastikan bahwa upaya pencegahan kerusakan tanaman dilakukan sejak dini, bukan setelah dampak kerugian muncul.
Selain membantu tenaga di lapangan, Babinsa juga memberikan edukasi kepada para petani mengenai pentingnya pemeliharaan lahan secara rutin. Mulai dari pengecekan kondisi tanaman, pembersihan gulma berkala, hingga penerapan pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan agar produktivitas sawah tetap optimal.
Sinergi antara TNI dan petani ini diharapkan menjadi penguat ketahanan pangan di tingkat desa, sekaligus menopang program ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Pendampingan yang konsisten diyakini mampu meningkatkan hasil panen serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Para petani Desa Puro menyambut positif kehadiran Babinsa yang dinilai selalu aktif, responsif, dan peduli terhadap persoalan pertanian. Mereka mengapresiasi peran Babinsa yang tidak hanya hadir saat seremonial, tetapi benar-benar terlibat dalam proses kerja di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tanaman padi tumbuh sehat, terhindar dari serangan hama, serta menghasilkan panen yang maksimal demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
(Redaksi)








