SRAGEN — Peran aktif TNI Angkatan Darat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali diwujudkan melalui langkah konkret di tingkat desa. Babinsa Desa Juwok, Koramil 13/Sukodono, Kodim 0725/Sragen, Serma Supandi, melaksanakan pendampingan intensif terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pangan, khususnya industri rumahan pembuatan tempe, Selasa (6/1/2026).
Pendampingan tersebut tidak sekadar bersifat simbolik. Serma Supandi terjun langsung ke lokasi produksi untuk memastikan seluruh tahapan pembuatan tempe berjalan sesuai standar kebersihan dan kualitas pangan. Mulai dari seleksi kedelai sebagai bahan baku utama, proses perebusan, fermentasi (peragian), hingga pengemasan produk akhir, seluruhnya menjadi perhatian serius dalam kegiatan tersebut.
Di sela pendampingan, Babinsa juga membuka ruang dialog dengan para pelaku UMKM guna menyerap aspirasi serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi. Sejumlah persoalan strategis mengemuka, di antaranya fluktuasi harga kedelai, efisiensi proses produksi, serta keterbatasan akses pemasaran yang masih menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha.
Serma Supandi menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pendampingan UMKM merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk hadir dan memberi solusi di tengah masyarakat. Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung perekonomian desa yang harus terus didorong agar mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi nasional.
“Pendampingan ini bertujuan membangkitkan motivasi dan kepercayaan diri pelaku UMKM agar tetap produktif. Selain itu, kami juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tempat produksi, kualitas bahan, serta kesehatan lingkungan, sehingga produk yang dihasilkan aman, sehat, dan memiliki daya saing,” tegasnya.
Ia menambahkan, kualitas produk yang terjaga akan membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan demikian, usaha pembuatan tempe tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat Desa Juwok secara keseluruhan.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas ekonomi warga menjadi cerminan nyata kemangunggalan TNI dan rakyat. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan pangan di wilayah Kabupaten Sragen.
Media Nasional Ganesha Abadi







