MUNCAR – Babinsa Desa Tegalpare bersama masyarakat pesisir pantai berkolaborasi dalam pembibitan dan penanaman pohon mangrove. Hutan mangrove, yang merupakan ekosistem unik pantai, mengalami pasang saat air laut naik dan surut saat air laut turun. Jumat (09/08/2024)

Ekosistem ini tersebar di daerah pesisir tropis dan subtropis di seluruh dunia. Meski pernah mencapai 181.000 kilometer persegi, luas hutan mangrove kini menyusut menjadi kurang dari 150.000 kilometer persegi. Dari 102 negara yang memiliki hutan mangrove, hanya 10 di antaranya yang memiliki lebih dari 5.000 kilometer persegi.
Mangrove adalah pohon tropis yang dapat tumbuh subur dalam kondisi ekstrem, seperti air asin, perairan pesisir, dan perubahan pasang surut yang terus-menerus. Dengan kemampuannya menyimpan karbon dalam jumlah besar, mangrove menjadi senjata utama dalam perang melawan perubahan iklim. Sayangnya, keberadaan mangrove terancam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Babinsa dan masyarakat pesisir pantai di Kecamatan Muncar, khususnya Desa Tegalpare, berupaya meningkatkan kualitas hutan mangrove melalui pembibitan dan penanaman. Pohon mangrove memiliki manfaat besar bagi ekosistem pantai, terutama dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Kemampuannya bertahan terhadap iklim dan cuaca membuat mangrove mudah dibudidayakan, sehingga penting untuk terus dilestarikan demi menjaga ekosistem pantai.
(Opr17)








