Surabaya – Suasana hangat dan penuh solusi mewarnai audiensi antara Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, ST., MT., dengan Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) terkait penataan lahan parkir toko modern. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Sabtu (14/6/2025), mulai pukul 18.30 hingga 20.40 WIB.
Audiensi dihadiri sekitar 30 tokoh FSMI dan elemen masyarakat Madura yang dipimpin H. Rasyid, serta jajaran pejabat Pemkot seperti Pj. Sekda Rahmad Basari, Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhamad Fikser, dan unsur TNI/Polri. Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa penataan parkir bertujuan menciptakan keteraturan, kenyamanan, dan mendukung peningkatan PAD Surabaya.
“Toko modern wajib tunduk pada aturan. Penataan ini untuk keamanan dan kesejahteraan semua, termasuk juru parkir,” ujar Eri.
Ketua Paguyuban Juru Parkir Kota Surabaya, H. Izul, mendukung langkah Pemkot dan siap mengelola parkir secara profesional. Sementara Baihaki Akbar dari Aliansi Madura Indonesia (AMI) menyampaikan keprihatinan atas stigma negatif terhadap warga Madura di media sosial, sekaligus mendukung kebijakan Pemkot sepanjang disampaikan secara bijak.
Audiensi menghasilkan kesepakatan:
1. Penataan parkir toko modern dan restoran tetap dilanjutkan.
2. Pengelola parkir mendukung peningkatan PAD dan kesejahteraan juru parkir.
3. Pemkot akan menerapkan sistem parkir pascabayar atau prabayar.
4. Sosialisasi kepada pengusaha toko modern segera dilakukan; pelanggaran akan ditindak tegas.
Sebagai hasil konkret dari dialog ini, FSMI membatalkan rencana aksi unjuk rasa yang sebelumnya direncanakan pada Senin (16/6/2025). Baihaki Akbar menyatakan pihaknya siap mengawal kebijakan secara adil dan transparan.
Audiensi berlangsung kondusif dan menjadi bukti bahwa musyawarah mampu meredam potensi konflik, sekaligus membuka jalan bagi kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan masyarakat Madura demi kota yang lebih tertib dan inklusif.
(Redho)








