Surabaya – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) akan menggelar aksi besar-besaran di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Jawa Timur, Senin hingga Rabu (27–29 Oktober 2025), mulai pukul 08.00 WIB. Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan desakan tegas terhadap dugaan maraknya peredaran narkoba di Lapas Kelas II-B Probolinggo.
Dalam surat aksi yang diterima redaksi, DPP AMI mengajukan tiga tuntutan utama kepada Kepala Kanwil Ditjen PAS Jawa Timur, yaitu:
1. Mencopot dan memecat Kepala Lapas Kelas II-B Probolinggo.
2. Mencopot dan memecat Kepala Pengamanan Lapas (KPLP).
3. Mencopot dan memecat Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib).
Ketua Umum DPP AMI, Baihaqi Akbar, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bentuk protes, tetapi wujud komitmen moral untuk menjaga marwah lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan, bukan tempat subur bagi kejahatan narkotika.
“Kami menilai ada pembiaran sistemik yang mencoreng integritas institusi pemasyarakatan. Jika aparat di dalamnya tidak segera dibersihkan, maka pemberantasan narkoba hanya akan menjadi slogan tanpa arti,” tegas Baihaqi.
Ia juga mendesak agar Kanwil Ditjen PAS Jawa Timur segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat pengawasan internal dan meningkatkan integritas jajaran lapas. Menurutnya, berbagai kasus penyalahgunaan narkoba di dalam lapas sudah sering terjadi dan mencoreng nama baik Kementerian Hukum dan HAM.
“Aliansi Madura Indonesia hadir bukan untuk mencari sensasi, tetapi untuk memperjuangkan penegakan hukum yang bersih. Kami akan terus mengawal dan menyoroti setiap indikasi penyimpangan di lingkungan pemasyarakatan,” lanjutnya.
AMI menegaskan bahwa aksi tersebut akan berlangsung damai dan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Namun, jika tuntutan mereka tidak direspons, AMI siap melanjutkan aksi dengan skala yang lebih besar dan melibatkan elemen masyarakat sipil lainnya.
“Kami ingin Ditjen PAS Jatim tidak menutup mata. Sudah saatnya ada tindakan tegas agar lembaga pemasyarakatan benar-benar bersih dari jaringan narkoba dan oknum tak bertanggung jawab,” pungkas Baihaqi.
Aksi yang digagas oleh Aliansi Madura Indonesia ini menjadi peringatan keras bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia untuk tidak main-main dalam urusan narkoba. Publik pun menantikan langkah nyata dari Ditjen PAS Jawa Timur sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
(Red)







