Musi Rawas – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi LSM dan Wartawan Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Musi Rawas, Kamis (15/5/2025). Mereka menuntut keadilan dan mendesak Polres Musi Rawas mengusut tuntas dugaan suap menyuap antara oknum LSM dan Kepala Desa Ngadirejo berinisial Y.
Aksi berlangsung menegangkan dan nyaris ricuh lantaran Kapolres Musi Rawas tidak menemui massa pengunjuk rasa. Massa kemudian memblokade akses jalan di sekitar kantor polisi, memaksa Satlantas Polres Musi Rawas mengalihkan lalu lintas menjadi satu jalur untuk menghindari kemacetan.
Pengamanan aksi dipimpin langsung oleh Wakapolres Musi Rawas Kompol Hendrik, didampingi Kabag Ops, Kasat Reskrim, dan Kasat Intelkam. Meski sempat menolak, massa akhirnya bersedia bermediasi setelah dilakukan komunikasi persuasif oleh Wakapolres.
Dalam mediasi, Sancik selaku koordinator aksi menyampaikan tuntutan agar Polres Musi Rawas mengkaji ulang pasal pemerasan terhadap oknum yang sempat ditangkap beberapa pekan lalu. Ia juga meminta agar Polres mengusut tuntas dugaan suap antara oknum LSM dan Kepala Desa Ngadirejo, serta memproses hukum terhadap Kades Y.
“Dugaan suap ini harus diusut tuntas, kami minta keadilan ditegakkan,” tegas Sancik.
Menanggapi hal itu, Kompol Hendrik menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap aspirasi para demonstran dan telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut. Ia mengimbau agar semua pihak tetap sabar dan menyikapi persoalan dengan kepala dingin.
“Kami siap menindaklanjuti laporan dan masukan dari rekan-rekan LSM dan wartawan. Kami minta tetap tenang, dan biarkan proses berjalan sesuai hukum,” ujarnya.
(Erwin Kaperwil Sumsel Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)







