TULUNGAGUNG – Suasana yang akrab, harmonis dan penuh khidmad semua rangkaian haflah tahrij Pesantren Al Azhaar Tulungagung. Pengasuh Al Azhaar Tulungagung, KH. Imam Mawardi Ridlwan dalam sekapur serihnya menjelaskan bahwa sejak tahun 2002 telah mentradisikan penghantaran santri untuk para santri yang telah selesai belajar di Al Azhaar Tulungagung.
“Pesantren Al Azhaar Tulungagung menghantar para santri yang telah tuntas di jenjang masing-masing untuk melanjutkan studi yang lebih tinggi. Haflah tahrij sebagai wahana untuk mendo’akan para santri agar ilmunya manfaat, dapat ridlo orang tuanya dan memiliki kemauan kuat melanjutkan menuntut ilmu. Karena itu mereka melalui haflah tahrij diberi semangat dan sungkem pada kedua orang tua agar mendapatkan do’a dan ridlonya,” jelas Abah Imam.
Masih menurut Abah Imam bahwa tradisi Al Azhaar Tulungagung dalam haflah tahrij adalah para santri setelah dinyatakan lulus dengan diberikan ijazah, maka mereka langsung melakukan sujud syukur. Tampak para santri setelah menerima ijazah sujud di lokasi haflah tahrij.
“Mentradisikan para santri berkenan sujud syukur setiap mendapatkan anugerah nikmat merupakan cara efektif pembentukan karakter santri. Termasuk saat pelaksanaan haflah tahrij para santri melakukan sujud syukur,” tutur Abah Imam.
Pesantren Al Azhaar Tulungagung melaksanakan haflih berjenjang. Semua dilaksanakan di hall utama Pesantren Al Azhaar Tulungagung. Jenjang SLTA dilaksanakan pada Jum’at, 31 Mei 2024. Jenjang SLTP dilaksanakan pada Sabtu, 1 Juni 2024. Jenjang PAUD, TK dan SD dilaksanakan pada Ahad, 2 Juni 2024. Jenjnga PAUD dan TK pada pagi hari, sedangkan jenjang SD pada siang hari.
“Pelaksanaan haflah tahrij Pesantren Al Azhaar Tulungagung dilaksanakan perjenjang masing-masing dimaksudkan untuk memberikan peluang para santri dari masing-masing jenjang mendapatkan kesempatan berperan dan menyuguhkan kemampuan di hadapan para orang tua. Para guru juga secara maksimal dapat berkomunikasi dengan para santri dan orang tua santri. Semua dimaksudkan untuk memudahkan pembinaan santri,” tegas Abah Imam.
Para orang tua santri dari semua yang menyampaikan sekapur sirih menuturkan rasa haru dan terima kasih pada para guru yang telah telaten membimbing para murid. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf jika belum mampu mambantu secara optimal.
(Red)










