Banyuwangi 30 September 2025 — Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti acara pelepasan AKP Nanang Wardana dalam rangka purna tugas yang digelar di lingkungan Polri. Acara tersebut ditandai dengan prosesi sederhana namun penuh makna, ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemberian kenang-kenangan dari jajaran kepolisian sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang beliau.
Mengusung tema “Selamat Purna Tugas, Kembali ke Masyarakat dengan Sehat dan Panjang Umur”, acara berlangsung khidmat dengan kehadiran para perwira, anggota, serta masyarakat yang turut memberikan apresiasi.
Kapolsek Genteng Kompol Edi Priswanto dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas loyalitas dan pengabdian AKP Nanang Wardana.
“Beliau bukan hanya seorang perwira yang disiplin dan berdedikasi, tetapi juga sosok panutan yang senantiasa menjadi teladan bagi anggota. Masa purna tugas bukan akhir pengabdian, melainkan awal baru untuk kembali hadir di tengah masyarakat dengan pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki,” ujar Kapolsek.
Rangkaian acara dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Hidangan khas Nusantara tersaji, melambangkan kehangatan, persaudaraan, dan kebersamaan dalam keluarga besar Polri.
AKP Nanang Wardana dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan dapat mengabdikan diri selama puluhan tahun di kepolisian.
“Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan doa rekan-rekan semua. Tugas ini telah menjadi bagian penting dalam hidup saya, dan hari ini saya kembali ke masyarakat dengan hati penuh syukur. Semoga silaturahmi kita tetap terjaga,” tutur beliau dengan mata berkaca-kaca.
Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata dan jabat tangan hangat antara AKP Nanang Wardana dengan rekan-rekan sejawat, sebagai simbol ikatan batin yang tidak lekang oleh waktu.
Makna Purna Tugas bagi Anggota Polri Purna tugas bukan sekadar pensiun, melainkan puncak penghargaan atas kerja keras, dedikasi, dan loyalitas seorang aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Momen ini menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak berhenti hanya karena seragam dilepaskan, melainkan akan terus hidup dalam karya, teladan, dan doa.
(Red)








