BANJARMASIN – Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan dan Perhatian Warga Kalimantan` atau DPP FKPWK menggelar silaturahmi bersama insan pers dan aktivis se-Kalimantan Selatan.
Kegiatan rutin awal bulan ini berlangsung di Warung Soto Kuwin Jaya, Jalan Katamso, Banjarmasin pada Selasa, 4 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA sampai selesai. Acara menjadi ajang mempererat tali persaudaraan sekaligus menyamakan visi dalam mengawal isu-isu strategis Banua.
Ketua Umum DPP FKPWK, H. Rachmad Fadillah, S.H., mengatakan silaturahmi rutin ini sengaja digelar untuk menjaga kekompakan antara insan pers dan pegiat sosial.
“Kami dari DPP FKPWK ingin membangun komunikasi yang terus terjaga. Pers dan aktivis ini tidak bisa dipisahkan. Sama-sama punya tugas mengawal kebijakan pemerintah, mengkritisi, sekaligus memberikan solusi untuk Banua,” ujar H. Rachmad Fadillah di sela acara.
Lebih lanjut, H. Rachmad menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi, pers dan aktivis harus satu barisan. Tujuannya agar suara masyarakat bawah bisa tersampaikan dengan baik dan tidak terdistorsi.
“Kita ini corongnya rakyat. Kalau wartawan menulis, aktivis turun ke lapangan. Kalau bersatu, kekuatannya luar biasa untuk mengawal Kalsel yang lebih baik,” tegasnya.
Suasana silaturahmi yang dikemas santai di Warung Soto Kuwin Jaya itu dihadiri puluhan perwakilan media online, cetak, televisi, radio, serta gabungan aktivis dari berbagai LSM dan komunitas se-Kalsel.
Salah satu perwakilan aktivis Banua Kalimantan Selatan, mengapresiasi kegiatan rutin ini, “Kami sangat mendukung. Forum seperti ini sudah lama dinantikan. Banyak PR Banua mulai dari padam bergilir, kompensasi PLN, tambang, banjir, sampai proyek-proyek yang rawan. Dengan sinergi pers dan aktivis, pengawasan kita bisa lebih tajam dan terukur,” ucapnya.
Dalam silaturahmi tersebut juga dibahas sejumlah isu krusial, mulai dari keluhan warga terkait kompensasi PLN, keterbukaan informasi publik, pengawasan proyek pemerintah, hingga peran pers dalam menangkal hoaks dan menjaga kondusivitas daerah.
DPP FKPWK berharap, kegiatan rutin awal bulan ini menjadi agenda tetap untuk kolaborasi berkelanjutan antara insan pers dan aktivis demi kepentingan masyarakat Kalimantan Selatan.
(Bustani/hn).







