BANYUWANGI – Nahdlatul Ulama terus memperkuat peran strategisnya dalam membangun ketahanan keluarga sebagai pondasi utama kehidupan bermasyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengukuhan Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Banyuwangi masa khidmat terbaru yang digelar di Hedon Cafe and Resto Banyuwangi, Rabu (17/6/2026).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH. Akhmad Turmudzi, yang menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah berbagai tantangan zaman.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa LKKNU memiliki mandat yang sangat luas karena menyentuh hampir seluruh fase kehidupan manusia, mulai dari pembinaan rumah tangga, pendidikan anak, perlindungan perempuan, hingga pendampingan terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
“LKKNU harus hadir sebagai pusat pelayanan, pendampingan, dan solusi bagi masyarakat. Perannya tidak hanya administratif, tetapi juga menjadi penggerak kemaslahatan yang memberikan manfaat nyata bagi umat,” tegasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran penting dalam pelayanan publik dan pembangunan keluarga. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., Plt. Kepala Dispendukcapil Banyuwangi H. Saifudin, S.H., M.M., Ketua Pengadilan Agama Banyuwangi Dr. Hj. Rizkiyah Hasanah, S.Ag., M.Hum., Ketua BAZNAS Banyuwangi Drs. Dwi Yanto, M.AP., serta perwakilan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi.
Momentum pengukuhan tersebut sekaligus menjadi tonggak penguatan kolaborasi antar lembaga melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PCNU Banyuwangi dengan sejumlah instansi pemerintah dan lembaga mitra.
Kerja sama yang dibangun mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pembinaan keagamaan bersama Kementerian Agama, layanan hukum keluarga bersama Pengadilan Agama, penguatan administrasi kependudukan bersama Dispendukcapil, hingga perlindungan perempuan dan anak bersama Dinsos PPKB.
Tidak hanya itu, sinergi dengan Dinas Kesehatan diarahkan untuk memperluas edukasi dan pelayanan kesehatan keluarga, sementara kolaborasi dengan BAZNAS Banyuwangi ditujukan untuk memperkuat program sosial, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut konkret dari kesepakatan tersebut, LKKNU Banyuwangi juga melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan sejumlah instansi terkait. Langkah ini menjadi dasar operasional pelaksanaan program sehingga kerja sama yang terbangun tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Ketua LKKNU Banyuwangi, Dalilatus Sa’adah, memperkenalkan program unggulan bertajuk PELITA HATI NU, sebuah gerakan sosial yang berorientasi pada perlindungan, pendampingan, dan pemberdayaan keluarga.
PELITA HATI NU merupakan akronim dari Perempuan Energik Lepas Intimidasi dan Trauma Asal serta Healing, Advokasi, Traumaless, Independen. Program tersebut dirancang untuk memberikan pendampingan komprehensif kepada perempuan, anak, dan keluarga yang menghadapi persoalan sosial, psikologis, kekerasan dalam rumah tangga, hingga berbagai bentuk kerentanan lainnya.
“Program ini kami hadirkan sebagai ruang aman bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan. Kami ingin memastikan setiap keluarga memperoleh akses terhadap perlindungan, advokasi, pemulihan, dan pemberdayaan secara berkelanjutan,” ujar Dalilatus Sa’adah.
Ia menjelaskan bahwa slogan ‘Menyingkap Cahaya di Balik Pintu yang Senyap’ dipilih sebagai representasi kepedulian LKKNU terhadap berbagai persoalan keluarga yang selama ini sering tersembunyi dan tidak terungkap ke ruang publik, padahal membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, dukungan lintas instansi, serta lahirnya program-program inovatif yang berorientasi pada kemaslahatan umat, LKKNU Banyuwangi optimistis mampu memperkuat perannya sebagai mitra strategis masyarakat dalam membangun keluarga yang harmonis, mandiri, berdaya, dan berketahanan.
Lebih jauh, sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjadi model kolaborasi sosial-keagamaan yang efektif dalam menjawab berbagai tantangan keluarga modern, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan masyarakat yang lebih inklusif, sejahtera, dan berkeadilan di Kabupaten Banyuwangi.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)








