BANYUWANGI – Semangat pelestarian budaya Nusantara kembali digaungkan melalui gelaran akbar “Pagelaran 9 Seni Tari Adat Budaya Nusantara” yang akan diselenggarakan pada Senin Wage, 1 Juni 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai di Pendopo Tugu Pranoto Mongso Tirto Purwito Sari Nusantoro, Banjar Pertapan, Tapanrejo, Muncar, Banyuwangi.
Kegiatan budaya yang dipimpin dan diprakarsai oleh Mbah Supono tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas bangsa melalui seni, adat istiadat, dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur Nusantara.
Mengusung tema besar “Pagelaran 9 Seni Tari Adat Budaya Nagari Nusantara Sebagai Pengejawantahan Membangun Peradaban Tatanan Baru dengan Kembali kepada Adat Istiadat Budaya Setiap Diri Suku Bangsa di Seluruh Penjuru Dunia,” acara ini tidak hanya menjadi pertunjukan seni semata, melainkan sebuah gerakan kebudayaan yang mengandung pesan filosofis mendalam tentang pentingnya menjaga akar peradaban bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Membangun Peradaban dengan Kearifan Leluhur
Menurut Mbah Supono, budaya merupakan fondasi utama yang membentuk karakter, jati diri, serta arah perjalanan suatu bangsa. Oleh karena itu, pelestarian adat dan budaya tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan sebagai bagian dari upaya membangun peradaban yang berkelanjutan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati akar budayanya. Seni tari adat bukan sekadar hiburan, tetapi mengandung nilai kehidupan, etika, spiritualitas, dan filosofi yang telah diwariskan turun-temurun oleh para leluhur,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kebudayaan merupakan perekat persatuan bangsa yang mampu menyatukan berbagai suku, adat, bahasa, dan tradisi yang hidup di seluruh wilayah Indonesia.
Wadah Persatuan dalam Keberagaman
Pagelaran ini akan menampilkan sembilan ragam seni tari adat yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara. Berbagai unsur seni tradisional, simbol adat, hingga nilai-nilai luhur kehidupan akan ditampilkan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya bangsa.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah masing-masing. Di tengah perkembangan teknologi dan budaya modern yang semakin masif, penguatan identitas budaya dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga karakter bangsa.
Selain menjadi ajang pertunjukan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarkomunitas budaya, seniman, budayawan, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai daerah.
Banyuwangi Kembali Menjadi Panggung Budaya Nusantara
Pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi pelaksanaan bukan tanpa alasan. Daerah yang dikenal memiliki kekayaan seni dan tradisi budaya yang kuat ini dinilai menjadi tempat yang tepat untuk menyuarakan semangat kebangkitan budaya Nusantara.
Keberadaan Pendopo Tugu Pranoto Mongso Tirto Purwito Sari Nusantoro di Muncar menjadi simbol ruang kebudayaan yang terbuka bagi berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat dan mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa.
Pagelaran tersebut diproyeksikan akan menghadirkan tokoh adat, pegiat budaya, seniman tradisional, komunitas budaya, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya Nusantara.
Pesan Moral untuk Generasi Mendatang
Melalui kegiatan ini, Mbah Supono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melupakan akar budaya sebagai identitas bangsa. Menurutnya, kemajuan teknologi dan pembangunan modern harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai adat dan budaya.
“Budaya adalah warisan yang tidak ternilai. Jika budaya hilang, maka identitas bangsa ikut memudar. Karena itu, menjaga budaya sama artinya menjaga masa depan generasi penerus,” tegasnya.
Pagelaran 9 Seni Tari Adat Budaya Nusantara diharapkan menjadi tonggak kebangkitan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya adat, tradisi, dan budaya sebagai fondasi membangun peradaban yang beradab, bermartabat, dan berkelanjutan.
Dengan semangat persatuan dalam keberagaman, kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya Nusantara tetap hidup, berkembang, dan mampu menjadi inspirasi bagi dunia dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai luhur kemanusiaan.
Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi
“Merawat Budaya, Menguatkan Jati Diri Bangsa, Membangun Peradaban Nusantara.”








