Denpasar – Komitmen menjaga kualitas lingkungan hidup berbasis partisipasi masyarakat kembali ditegaskan jajaran kepolisian melalui pendekatan humanis dan edukatif. Kali ini, peran aktif Bhabinkamtibmas Desa Sidakarya menjadi sorotan dalam menggerakkan kesadaran kolektif warga terkait pengelolaan sampah yang lebih tertib, terukur, dan berkelanjutan.
Bertempat di fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Setempat berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), kegiatan edukasi dilakukan secara langsung kepada masyarakat yang tengah melakukan aktivitas pembuangan sampah. Pendekatan ini dinilai efektif karena menyasar perilaku nyata di lapangan, bukan sekadar imbauan formal.
Dalam penyampaiannya, petugas menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama yang dimulai dari rumah tangga. Pemilahan sampah organik dan anorganik menjadi kunci utama agar proses pengolahan di TPS3R berjalan optimal dan bernilai guna.
Lebih dari sekadar kebersihan, langkah ini juga memiliki dampak strategis terhadap kesehatan masyarakat. Penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga menjadi sumber berkembangnya penyakit.
“Disiplin dalam memilah dan membuang sampah sesuai jadwal adalah bentuk tanggung jawab sosial. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga investasi kesehatan dan masa depan lingkungan,” tegas petugas di sela kegiatan.
Selain edukasi teknis, masyarakat juga diingatkan pentingnya kepatuhan terhadap jadwal pembuangan sampah yang telah disepakati bersama pengelola. Ketertiban waktu dinilai sebagai faktor krusial dalam menjaga stabilitas operasional TPS3R agar tidak terjadi overload atau penumpukan.
Respons masyarakat pun menunjukkan tren positif. Warga yang hadir menyampaikan kesiapan mereka untuk lebih tertib, sekaligus mendukung program pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan di wilayahnya.
Langkah proaktif ini menjadi bagian dari strategi Polri dalam memperkuat sinergi dengan masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, diharapkan perubahan perilaku masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian integral dari menjaga ketertiban dan kualitas hidup bersama, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang kini menjadi prioritas di berbagai daerah.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)
Mengabarkan Fakta, Mengawal Integritas, Mencerahkan Bangsa







