Denpasar – Spirit pelestarian budaya Bali kembali terpancar melalui pelaksanaan tradisi sakral Mepeed Ngangget Don Bingin yang digelar masyarakat Banjar Kayumas Kaja, Kelurahan Dangin Puri, wilayah Denpasar Timur, Selasa (14/04/2026). Prosesi adat yang sarat nilai spiritual ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan, tertib, dan aman berkat sinergi solid antara aparat keamanan dan unsur adat setempat.
Sejak pagi hari, pengamanan terpadu telah disiapkan secara matang. Bhabinkamtibmas Kelurahan Dangin Puri bersama unsur TNI, Linmas, serta Pecalang bergerak aktif mengawal setiap tahapan kegiatan. Kehadiran aparat bukan sekadar formalitas, melainkan representasi nyata komitmen negara dalam menjamin keamanan sekaligus menghormati eksistensi tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ritual Mepeed dimulai dari kawasan Griya Kerthasari, pusat aktivitas spiritual warga, yang kemudian bergerak menuju Pura Dalem Tungkup sebagai titik utama persembahyangan. Iring-iringan masyarakat yang mengenakan busana adat Bali berjalan dengan tertib, mengusung sarana upacara sebagai simbol penghormatan kepada leluhur dan manifestasi rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Sepanjang rute yang dilalui, pengaturan lalu lintas dilakukan secara presisi guna menghindari potensi kemacetan maupun gangguan keamanan. Pecalang sebagai garda adat turut memainkan peran strategis dalam menjaga harmoni antara aktivitas ritual dan dinamika masyarakat umum di ruang publik.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga mempertegas identitas budaya Bali di tengah arus modernisasi. Tradisi Mepeed Ngangget Don Bingin mencerminkan nilai gotong royong, disiplin kolektif, serta kearifan lokal yang terus dijaga keberlanjutannya oleh masyarakat.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara aparat keamanan, perangkat desa, dan unsur adat mampu menciptakan situasi kondusif tanpa mengurangi kesakralan tradisi. Model sinergitas seperti ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memperkuat ketahanan budaya daerah.
Dengan terselenggaranya kegiatan secara aman dan lancar, masyarakat berharap tradisi ini tetap lestari dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang, sekaligus memperkokoh citra Bali sebagai pusat budaya dunia yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur.
(Redaksi)







