Sumatera Utara — Nama Andar Amin Harahap semakin menguat dalam bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sumut. Konsolidasi dukungan yang masif dari daerah menempatkan Andar sebagai figur paling dominan dalam kontestasi internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Hingga perkembangan terbaru, Andar Amin Harahap telah mengantongi dukungan 30 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota dari total 33 DPD yang memiliki hak suara. Angka ini mencerminkan dukungan mayoritas mutlak dan menunjukkan arah politik internal Golkar Sumut yang kian mengerucut pada satu nama.
Andar dikenal sebagai kader Partai Golkar yang tumbuh melalui proses panjang, baik di jalur pemerintahan maupun organisasi partai. Ia lahir di Padangsidimpuan pada 26 Januari 1982. Pendidikan dasar hingga menengah diselesaikannya di kota kelahirannya, sebelum melanjutkan studi ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang saat itu masih bernama STPDN.
Ia meraih gelar Sarjana Sains Terapan Pemerintahan (S.S.T.P.) pada tahun 2005 dan melanjutkan pendidikan magister di IPDN dengan gelar Magister Administrasi Publik pada 2008. Latar belakang kepamongprajaan ini membentuk karakter kepemimpinannya yang sistematis, birokratis, dan berbasis tata kelola pemerintahan.
Karier publik Andar mulai menanjak saat terpilih sebagai Wali Kota Padangsidimpuan periode 2013–2018. Pada usia relatif muda, ia menjadi salah satu kepala daerah termuda di Sumatera Utara. Usai menjabat wali kota, Andar kembali mendapat kepercayaan publik sebagai Bupati Padang Lawas Utara periode 2018–2023.
Pengalaman kepemimpinannya di dua daerah tersebut memperluas kapasitas administratif sekaligus memperkuat jejaring politiknya, khususnya di kawasan Tapanuli Bagian Selatan. Kiprahnya berlanjut ke tingkat nasional setelah terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Sumatera Utara. Di parlemen, Andar duduk di Komisi II DPR RI yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.
Di internal Golkar, Andar juga bukan figur baru. Ia menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Padang Lawas Utara. Konsistensinya membangun organisasi di tingkat daerah dinilai menjadi salah satu faktor utama derasnya dukungan dari DPD kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Menguatnya dukungan terhadap Andar turut ditandai dengan bergabungnya sejumlah DPD yang sebelumnya memberi sinyal dukungan kepada figur lain. Bahkan, beberapa tokoh Golkar daerah memilih menarik diri dari bursa pencalonan dan secara terbuka menyatakan dukungan kepada Andar demi menjaga soliditas partai.
Dengan dukungan 30 dari 33 DPD, posisi Andar dinilai sangat unggul secara politik. Peta kekuatan menjelang Musda XI Golkar Sumut menunjukkan mayoritas pemilik suara menginginkan proses pemilihan yang kondusif, stabil, dan berorientasi pada persatuan internal.
Dalam berbagai kesempatan, Andar menegaskan bahwa pencalonannya bukan semata ambisi pribadi, melainkan bentuk pengabdian sebagai kader. Ia menekankan pentingnya konsolidasi pasca-Pemilu dan Pilkada serta penguatan struktur partai hingga ke tingkat desa.
Dengan latar belakang sebagai kepala daerah dua periode dan anggota DPR RI, Andar Amin Harahap dipandang memiliki modal lengkap untuk memimpin Golkar Sumatera Utara lima tahun ke depan. Minimnya resistensi internal membuka peluang kuat terjadinya pemilihan secara aklamasi dalam Musda XI Golkar Sumut.
(Red)







