Lumajang, 8 Desember 2025 — Polri berada di garda terdepan dalam operasi kemanusiaan menyelamatkan warga terdampak banjir lahar dingin di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Sejak pagi, personel Polres Lumajang bersama BPBD, TNI, perangkat desa, dan relawan terus melakukan evakuasi serta mengamankan harta benda warga di sepanjang DAS Besuk Kobokan hingga Besuk Regoyo. Informasi ini diharapkan menjadi peringatan dini bagi masyarakat untuk segera mengambil langkah penyelamatan yang cepat dan tepat.
Aktivitas Semeru Meningkat, Status Siaga Level III
Aktivitas Gunung Semeru menunjukkan peningkatan signifikan. Data PVMBG mencatat 35 kali erupsi dalam enam jam pengamatan, disertai asap kawah setinggi 1.000 meter dan hujan di puncak yang memicu aliran lahar.
Masyarakat diminta:
- Tidak beraktivitas di sektor tenggara sejauh 13 km
- Menjaga jarak aman minimal 500 meter dari tepi sungai
- Menghindari radius 5 km dari puncak gunung karena potensi lontaran batu pijar
Dampak Banjir Lahar: Rumah Terendam, Infrastruktur Rusak
Banjir lahar dingin pada Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 13.17 WIB, membawa material lumpur dan batu dari Curah Kobokan menuju pemukiman. Dampaknya:
- Rumah di Dusun Sumber Langsep dan Kebondeli Selatan terendam lumpur hingga 1 meter
- Satu rumah dilaporkan hanyut
- 9 rumah dan 1 masjid rusak berat akibat terjangan lahar
- Akses jalan tertutup material vulkanik, menghambat upaya penyelamatan
Dalam situasi sulit ini, kehadiran Polri menjadi penopang utama warga yang berusaha menyelamatkan dokumen penting, peralatan rumah tangga, elektronik, hingga perlengkapan usaha ke lokasi aman.
395 Warga Mengungsi, Polri Siaga Penuh
Hingga kini, 395 warga mengungsi di tiga titik Dusun Sumber Langsep. Korban terdiri dari laki-laki, perempuan, ibu hamil, anak-anak, hingga bayi. Polri memastikan kondisi pengungsian aman serta terpenuhi kebutuhan dasar warga.
90 Personel Polri Diterjunkan, Dipimpin Langsung Kapolres Lumajang
Sebanyak 90 personel Polri turun langsung ke lokasi di bawah komando Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H. Mereka bekerja dalam medan berat: lumpur tebal, batu besar, dan sisa material erupsi.
Polri bersama masyarakat memindahkan harta benda secara manual karena kondisi jalan licin dan sulit dilalui. Untuk barang berukuran besar, kendaraan dinas Polri menerobos aliran lahar demi menyelamatkan aset warga sebelum situasi memburuk.
Selain itu, Polri juga mengevakuasi kelompok rentan — anak-anak, ibu hamil, serta lansia — beberapa di antaranya harus digendong melewati jalur berlumpur.
Pernyataan Resmi Karopenmas Divhumas Polri
Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan:
“Kami mengimbau warga untuk menjauhi bantaran sungai dan tidak memasuki area berisiko karena aliran lahar dapat datang tiba-tiba. Jika ada peringatan dini dari petugas, segera lakukan evakuasi dan ikuti arahan di lapangan. Informasi cepat dan akurat sangat menentukan keselamatan masyarakat.”
Terkait relawan, beliau menambahkan:
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian relawan, namun kami tegaskan agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian. Situasi di lapangan berubah cepat dan bisa membahayakan siapa pun. Dengan koordinasi baik, bantuan dapat diberikan secara aman, efektif, dan tepat sasaran.”
Polri Pastikan Operasi Kemanusiaan Berlanjut
Polri menegaskan seluruh personel tetap siaga penuh. Upaya evakuasi, pengamanan harta benda, pembukaan akses aman, hingga penanganan pengungsi akan terus dilakukan untuk mendukung masyarakat Candipuro melewati masa sulit ini.
(Red)








