Lubuklinggau, Sumatera Selatan — Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat melalui Plt Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H. Heri Zulianta secara resmi membuka kegiatan Pelatihan UMKM/UP2K Next Level di Cinema Hall Lt. 5 Pemkot Lubuk Linggau, Senin (3/11/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan UP2K, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga.
Kepala DP3APM Kota Lubuk Linggau, Kunti Maharani, dalam laporannya menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi bagian penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam ketahanan ekonomi keluarga. Di era digital seperti sekarang, pelaku UMKM dan UP2K harus mampu beradaptasi dengan meningkatkan kapasitas, literasi digital, serta manajemen usaha,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kunti menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk sinergi antara PKK, DP3APM, dan berbagai OPD terkait dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM di Kota Lubuk Linggau.
Sementara itu, H. Heri Zulianta dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami berharap pelaku UMKM dan UP2K dapat naik kelas, baik dari sisi manajemen, branding, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi. Banyak pelaku UMKM dan UP2K di Lubuk Linggau adalah ibu-ibu, dan ini bukti nyata kontribusi besar perempuan terhadap ekonomi keluarga dan daerah,” tuturnya.
Ia juga mendorong para peserta untuk aktif bertanya dan memanfaatkan kesempatan belajar dari narasumber muda kreatif asal Lubuk Linggau yang telah sukses menembus pasar nasional.
“Jangan ragu untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Kita ingin pelaku usaha di Lubuk Linggau bisa bersaing hingga ke pasar internasional,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Heri menyampaikan pesan Wali Kota agar seluruh pelaku UMKM dan UP2K segera mengurus sertifikat halal guna meningkatkan daya saing produk.
“Banyak produk luar negeri sudah tersertifikasi halal. Jangan sampai kita tertinggal hanya karena belum memiliki sertifikat,” pungkasnya.
(Erwin – Kaperwil Sumsel Lubuk Linggau Musi Rawas Utara)








