Tulungagung – Suasana penuh keberkahan menyelimuti Gedung Dakwah Abi KH. M. Ihya Ulumiddin pada Sabtu (13/9/2025) pagi. Sebanyak 300 guru Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung berkumpul dalam kegiatan penyegaran metode Yanbu’a, sebuah metode membaca Al-Qur’an yang berasal dari Pondok Pesantren Yanbu’ Kudus Mojokerto.
Ketua Muroqobah Yanbu’a Kabupaten Tulungagung, Kyai Abdullah Hadirin, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para guru serta narasumber utama kegiatan ini, Dr. KH. Muhammad Jauhari Nadzirun dari Lajnah Muroqobah Yanbu’a Mojokerto.
KH. Imam Mawardi Ridlwan, pengasuh pesantren, dalam sambutannya menegaskan bahwa sanad Yanbu’a di Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung memiliki keterhubungan yang jelas.
“Sanad Yanbu’a di Al Azhaar ini tersambung ke Mbah KH. Aminuddin Ridlo, dan beliau adalah murid Mbah KH. Arwani Kudus,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. KH. Muhammad Jauhari Nadzirun hadir memberi semangat dan penekanan pentingnya peran guru dalam mengajarkan Al-Qur’an.
“Metode itu penting, tapi yang lebih penting adalah guru,” tegasnya.
Beliau juga berpesan agar para guru mampu melupakan pengalaman masa lalu yang kurang baik, tetap bersemangat, istiqomah, telaten, serta memahami karakter murid maupun wali murid.
“Guru itu ruh. Maka mengajar harus dengan hati agar bisa masuk ke hati murid. Inilah ketulusan dalam mengajar,” ujarnya.
Kegiatan penyegaran ini diharapkan semakin memperkuat komitmen para guru Al Azhaar dalam mengajarkan Al-Qur’an dengan metode Yanbu’a secara tepat, penuh kesungguhan, dan berlandaskan ketulusan hati.
(Red)








