Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi sumber daya lokal berbasis pariwisata berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam kegiatan Pembukaan Asesmen Lapangan Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025 yang digelar di Pendopo Balai Desa Tamansari, Kecamatan Licin, (12/9/2025).
Acara ini menjadi momentum strategis bagi Desa Tamansari yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Banyuwangi. Dengan keindahan alam kaki Gunung Ijen, kekayaan seni tradisi seperti Tari Gandrung, serta keterlibatan aktif masyarakat, Desa Tamansari dinilai layak melangkah menuju pengakuan sebagai desa wisata berkelanjutan berskala nasional.
Kegiatan asesmen berlangsung khidmat dengan rangkaian acara resmi, mulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga penampilan Tari Gandrung sebagai representasi budaya khas Banyuwangi. Berbagai pihak hadir memberikan sambutan, mulai dari tim editor penilaian asesmen, Kepala Desa Tamansari, perwakilan Dinas Pariwisata Banyuwangi, hingga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tamansari. Sesi dialog interaktif turut digelar guna memperdalam pemahaman masyarakat tentang konsep wisata berkelanjutan dan penguatan potensi desa.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Camat Licin, jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat Banyuwangi, perwakilan Kementerian Pariwisata, tim asesmen dari BCA, akademisi Politeknik Negeri Banyuwangi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pelaku UMKM, hingga pemilik homestay lokal. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan sinergi nyata antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menguatkan ekosistem pariwisata daerah.
Dengan adanya asesmen ini, Desa Tamansari diharapkan tidak hanya menjadi destinasi populer, tetapi juga menjadi model pembangunan wisata yang berbasis pada kelestarian budaya, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Banyuwangi sebagai daerah dengan inovasi pembangunan berkelanjutan, yang mampu mengoptimalkan sumber daya daerah untuk peningkatan daya saing nasional maupun internasional.
(Red)









