Ganesha Abadi – Saya tidak tahu apakah anggota dewan itu sadar. Bahwa kata-kata yang ia lontarkan telah menjelma bara. Bara yang menyulut bukan hanya emosi, tapi juga algoritme kemarahan.
Kelompok cendekia menangkapnya. Mengolahnya. Menyulapnya jadi bahan bakar. Lalu menyebarkannya ke massa. Seperti api yang dilempar ke ladang ilalang di musim kemarau.
Dan rakyat Indonesia—yang hatinya sudah lama digerus ketidakadilan, ketimpangan, dan janji-janji kosong—terbakar.
Demo pun meledak. Tapi bukan demo biasa. Ini bukan sekadar orasi di depan gedung DPR. Ini bukan hanya spanduk dan pengeras suara. Ini adalah kemarahan kolektif yang berubah menjadi tekanan politik.
Lalu kita bertanya: apakah benar kata-kata anggota dewan itu yang mengguncang bumi pertiwi?
Saya tidak yakin.
Saya membaca tuntutan peristiwa. Saya mencium aroma lain. Ada tangan hitam yang kekar. Yang bekerja di balik layar. Yang tahu kapan harus membuka pintu, dan kapan harus membiarkan api menyala.
Biasanya, demo dibatasi sampai pukul 18.00. Lewat dari itu, aparat mulai membubarkan. Tapi sejak 25–29 Agustus 2025, ada kelonggaran. Massa bebas bergerak bahkan setelah matahari tenggelam.
Dan malam itu, bukan hanya suara yang terdengar. Tapi juga jeritan. Asap. Api.
Perusakan. Pembakaran. Penjarahan. Anarko.
Saya tidak melihat kecepatan aparat dalam mencegah. Yang saya lihat adalah alasan klasik: jumlah petugas terbatas, massa terlalu besar.
Benarkah itu?
Atau ada ruang kosong yang sengaja dibiarkan terbuka? Ruang yang kemudian diisi oleh rumor, hoaks, dan hasutan serta provokasi.
Rakyat digerakkan. Tapi bukan oleh nurani. Melainkan oleh manipulasi. Provokasi.
Lima hari itu menyisakan pilu.
Aparat berhasil menangkap pelaku. Tapi yang ditangkap adalah korban. Pelajar yang dikorbankan. Rakyat pinggiran yang dijadikan pion.
Korban dari kata-kata. Korban dari algoritme. Korban dari bara yang dilempar tanpa kendali.
Lalu kita bertanya: di mana otak anarko?
Mungkin kita akan menyaksikan peristiwa lima hari akhir Agustus 2025, semakin hari, semakin samar.
(Red)







