• REDAKSI
  • KONTAK REDAKSI
  • HAK JAWAB, HAK KOREKSI dan KLARIFIKASI
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • MEDIA GANESHA ABADI TENTANG KEWAJIBAN KONFIRMASI DALAM PEMBERITAAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • PERATURAN INTERNAL PERUSAHAAN MEDIA
  • TENTANG KAMI
  • Visi & Misi GJLI (Gerakan Jurnalis Leader Indonesia)
  • Visi & Misi Media Nasional Ganesha Abadi
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Ganesha Abadi
  • Home
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLRI
  • TNI
  • SOSIAL
  • Portal Berita Lainnya
    • HUKUM
    • PARIWISATA
    • PARLEMEN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
No Result
View All Result
  • Home
  • TRENDING
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLRI
  • TNI
  • SOSIAL
  • Portal Berita Lainnya
    • HUKUM
    • PARIWISATA
    • PARLEMEN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • POLITIK
No Result
View All Result
Ganesha Abadi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • TENTANG KAMI
  • LOGIN
Home DAERAH

Molotov Di Tangan Pelajar: Siapa yang Sebenarnya Gagal?

Oleh: Imam Mawardi Ridlwan Dewan Pembina Yayasan Kekerabatan Tulungagung

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span> by Nur Kholis
September 4, 2025
in DAERAH, TRENDING
0
Molotov Di Tangan Pelajar: Siapa yang Sebenarnya Gagal?

Ganesha Abadi – (3/8/2025) di berbagai cannel ditayangkan orang tua menangis. Di berbagai daerah, anak-anak diamankan. Polisi mencatat mereka membawa benda-benda yang bahkan orang dewasa pun takut menyentuhnya. Molotov. Miras. Pylox untuk mencoret-coret tembok bangsa. Lalu orang tua datang ke polres. Menangis. Menjemput anaknya yang baru saja belajar menjadi preman.

Mereka menyesal saat huah hatinya ditangkap APH karena terlibat anarkis. Mereka terlibat vandalisme, perusakan, pembakaran dan penjarahan. Saya prihatin saat menyaksikan data keterlibatan anak-anak kita.

Mereka pelajar berseragam di siang hari. Di senja dan malamnya mereka membawa molotov, dan miras. Semakin prihatin di mana mereka yang masih duduk di bangku sekolah, tapi sudah berdiri di garis api.

Demo itu bukan masalah. Anarkisme, itulah yang menjadi ancaman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tentu kita tidak akan menyalahkan siapapun. Tapi kita boleh bertanya, siapakah yang sebenarnya gagal?

Semua orang akan menjawab, “sekolah yang gagal. Kami yang lalai. Pemerintah yang abai.”

Bagimana solusinya? Semua akan bersepakat, “kita harus edukasi mereka.”

Sayapun bertanya, “apakah selama ini kurang edukasi?” Saya kira tidak. Sekolah ada. Guru ada. Buku ada. Bahkan YouTube pun penuh dengan konten edukatif. Jadi, ini bukan soal kurang edukasi. Ini soal faktor lain yang perlu dibahas, dicarikan solusi.

*Faktor pertama, lingkungan pergaulan jauh dari sentuhan adab, moral dan agama*

Anak-anak terlibat demo karena bukan karena tidak paham isu. Mereka demo karena diajak. Karena ingin dianggap keren. Karena ingin eksis di story Instagram. Mereka manut pada ajakan, bukan pada pemahaman. Dunia nyata dan dunia maya sama-sama membentuk mereka. Tapi kita, orang tua dan guru, hanya hadir di dunia nyata. Di dunia maya, mereka sendirian.

Baca Juga  Aiptu Agus Adiyanto Kunjungi Kebun Labu Yang Mulai Berbuah

Mereka tidak dalam pelukan guru agama. Mereka hidup jauh dari rumah ibadah.

*Faktor kedua, pembiaran prilaku negatif*

Kita terlalu sering berkata, “Namanya juga anak-anak.”
Padahal dari kebiasaan kecil yang dibiarkan, lahirlah generasi anarkis. Anak yang terbiasa membentak, mencuri waktu belajar, merokok di gang sekolah—semua itu bukan kenakalan. Itu bibit. Dan bibit yang dibiarkan akan tumbuh menjadi pohon yang merusak.

*Faktor Ketiga, yaitu rumah ana orang tua bergeser fungsi*

Dulu rumah adalah tempat pulang. Tempat belajar nilai. Tempat orang tua menjadi guru pertama. Sekarang rumah hanya tempat transit. Tempat makan. Tempat tidur. Orang tua bergeser menjadi ATM. Anak pulang hanya untuk ambil uang, bukan untuk ambil hikmah.

*Faktor keempat, yaitu ada desain anarkis oleh tokoh-Tokoh tertentu*

Ini yang paling mengerikan. Ada yang mendesain demo anarkis dengan melibatkan anak-anak. Mahasiswa sudah tidak bisa dibujuk, maka generasi labil dijadikan pion. Mereka digerakkan lewat medsos. Lewat konten yang dikemas rapi. Lewat narasi yang menggugah emosi tapi miskin logika.

Dan kita? Kita tidak masuk ke dunia itu. Kita tidak ikut membentuk mindset mereka tentang premanisme, tentang anarkisme, tentang masa depan bangsa.

*Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?*

Pertama, orang tua dan guru harus masuk ke dunia anak-anak. Bukan hanya dunia nyata, tapi juga dunia maya. Masuk ke mindset mereka. Bicara tentang nilai, bukan hanya larangan.

Kedua, jangan langsung marahi anak di depan publik. Anak yang dimarahi di depan umum akan merasa malu, bukan sadar. Ajak pulang. Bicara baik-baik. Tanyakan: “Apa yang kamu cari dari demo?”
Bukan “Kenapa kamu demo?”

Ketiga, ajak anak berpikir. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Sampai mereka menemukan perspektif sendiri. Demo itu boleh. Tapi harus tahu apa yang disuarakan. Harus tahu batas. Harus tahu tanggung jawab.

Baca Juga  𝐑𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐧 𝐄𝐤𝐨𝐧𝐨𝐦𝐢 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭, 𝐏𝐞𝐦𝐤𝐨 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦 𝐒𝐚𝐥𝐮𝐫𝐤𝐚𝐧 𝟏.𝟐𝟓𝟎 𝐏𝐚𝐤𝐞𝐭 𝐒𝐞𝐦𝐛𝐚𝐤𝐨 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐮𝐛𝐬𝐢𝐝𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭 𝐊𝐞𝐜𝐚𝐦𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐋𝐮𝐛𝐮𝐤 𝐁𝐚𝐣𝐚

Keempat, kita harus kembali menjadikan rumah sebagai tempat nilai. Tempat diskusi. Tempat spiritualitas. Tempat anak merasa dihargai, bukan hanya diberi.

Kelima, anak yang terlibat demo anarkis segera diserahkan pada guru agama. Diserahkan agar hidup bersama guru agama. Didik dan dilatih beribadah.

Saatnya kita tidak menyalahkan anak-anak. Saatnya introspeksi diri kita sendiri. Saatnya mengajak anggota keluarga dan masyarakat semua untuk bercermin. Karena anak-anak itu cermin dari kita. Kalau mereka membawa molotov, mungkin kita yang lupa membawa hikmah.

Dan bangsa ini tidak akan hancur karena demo. Tapi bisa hancur kalau kita gagal mendidik anak-anak sehingga terlibat demo anarkis.

(Red)

Post Views: 501
Tags: Molotov Di Tangan Pelajar: Siapa yang Sebenarnya Gagal?
Previous Post

Forkopimda, Toga, dan Tomas Gresik Gelar Doa Bersama Jaga Kondusivitas dan Keselamatan Bangsa

Next Post

Emak-emak di Medan Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Tuding Penyidik Abaikan

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span>

Nur Kholis <span class="verified-badge"></span>

Media Nasional Ganesha Abadi "Tiada Sukses Diraih Tanpa Keterlibatan Orang Lain," "Simbiosis mutualisme,"

Next Post

Emak-emak di Medan Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Tuding Penyidik Abaikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Danrem 074/Warastaratama Resmikan Jembatan Penghubung Antar Desa Dan Kelurahan Di Wonogiri

Danrem 074/Warastaratama Resmikan Jembatan Penghubung Antar Desa Dan Kelurahan Di Wonogiri

Juli 23, 2026
Jembatan Garuda Bolo Diresmikan, Perkuat Akses dan Dorong Kesejahteraan Warga Boyolali

Jembatan Garuda Bolo Diresmikan, Perkuat Akses dan Dorong Kesejahteraan Warga Boyolali

Juli 23, 2026
Personel Polres Barsel Laksanakan Gatur Pagi di Sejumlah Titik Rawan Kepadatan Kota Buntok

Personel Polres Barsel Laksanakan Gatur Pagi di Sejumlah Titik Rawan Kepadatan Kota Buntok

Juli 23, 2026
Polres Kendal Gandeng Baznas dan Disperkim Bedah Rumah Warga, Kapolres: Wujud Kepedulian Polri

Polres Kendal Gandeng Baznas dan Disperkim Bedah Rumah Warga, Kapolres: Wujud Kepedulian Polri

Juli 23, 2026

Recent News

Danrem 074/Warastaratama Resmikan Jembatan Penghubung Antar Desa Dan Kelurahan Di Wonogiri

Danrem 074/Warastaratama Resmikan Jembatan Penghubung Antar Desa Dan Kelurahan Di Wonogiri

Juli 23, 2026
Jembatan Garuda Bolo Diresmikan, Perkuat Akses dan Dorong Kesejahteraan Warga Boyolali

Jembatan Garuda Bolo Diresmikan, Perkuat Akses dan Dorong Kesejahteraan Warga Boyolali

Juli 23, 2026
Personel Polres Barsel Laksanakan Gatur Pagi di Sejumlah Titik Rawan Kepadatan Kota Buntok

Personel Polres Barsel Laksanakan Gatur Pagi di Sejumlah Titik Rawan Kepadatan Kota Buntok

Juli 23, 2026
Polres Kendal Gandeng Baznas dan Disperkim Bedah Rumah Warga, Kapolres: Wujud Kepedulian Polri

Polres Kendal Gandeng Baznas dan Disperkim Bedah Rumah Warga, Kapolres: Wujud Kepedulian Polri

Juli 23, 2026
https://pkvgamesqqonline.com/ https://topweddinglists.com/ https://aethelmearc.net/ https://central.nasrda.gov.ng/ https://hoteljackson.com/
https://alpolac.edu.kz/learn/pkvgames/ https://alpolac.edu.kz/learn/bandarqq/ https://alpolac.edu.kz/learn/dominoqq/
https://adsii.or.id/sdm/pkvgames/ https://adsii.or.id/sdm/bandarqq/ https://adsii.or.id/sdm/dominoqq/
https://everynationeducation.org/mobileadmin/pkvgames/ https://everynationeducation.org/mobileadmin/bandarqq/ https://everynationeducation.org/mobileadmin/dominoqq/
https://ethnographylab.iiitd.edu.in/img/pkvgames/ https://ethnographylab.iiitd.edu.in/img/bandarqq/ https://ethnographylab.iiitd.edu.in/img/dominoqq/
https://pinktowerchildcarecentre.com/pkv/ https://pinktowerchildcarecentre.com/bandarqq/ https://pinktowerchildcarecentre.com/dominoqq/
https://smcc.or.id/stats/pkvgames/ https://smcc.or.id/stats/bandarqq/ https://smcc.or.id/stats/dominoqq/
https://aenfis.com/cloud/bandarqq/ https://aenfis.com/cloud/pkvgames/ https://aenfis.com/cloud/dominoqq/
https://unm.edu.ni/old/pkvgames/ https://unm.edu.ni/old/bandarqq/ https://unm.edu.ni/old/dominoqq/
https://cheersport.at/doc/pkv-games/ https://cheersport.at/doc/bandarqq/ https://cheersport.at/doc/dominoqq/ https://cheersport.at/about-us/
https://sigarmas.com/backup/pkv-games/ https://sigarmas.com/backup/bandarqq/ https://sigarmas.com/backup/dominoqq/
https://www.spring.edu.sg/sci/pkv-games/ https://www.spring.edu.sg/sci/bandarqq/ https://www.spring.edu.sg/sci/dominoqq/
https://cecas.clemson.edu/mobile-lab/ https://cecas.clemson.edu/amic/ https://cecas.clemson.edu/latourlabs/
https://lpm.stital.ac.id/ https://digilib.stital.ac.id/ https://pai.stital.ac.id/
https://id.pandamgadang.com/
https://gurupintar.ut.ac.id/

Browse by Category

  • DAERAH
  • EKONOMI – BISNIS
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • PARIWISATA
  • PARLEMEN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • POLRI
  • SENI BUDAYA
  • SOSIAL
  • TNI
  • TRENDING

Recent News

Danrem 074/Warastaratama Resmikan Jembatan Penghubung Antar Desa Dan Kelurahan Di Wonogiri

Danrem 074/Warastaratama Resmikan Jembatan Penghubung Antar Desa Dan Kelurahan Di Wonogiri

Juli 23, 2026
Jembatan Garuda Bolo Diresmikan, Perkuat Akses dan Dorong Kesejahteraan Warga Boyolali

Jembatan Garuda Bolo Diresmikan, Perkuat Akses dan Dorong Kesejahteraan Warga Boyolali

Juli 23, 2026
  • REDAKSI
  • KONTAK REDAKSI
  • HAK JAWAB, HAK KOREKSI dan KLARIFIKASI
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • MEDIA GANESHA ABADI TENTANG KEWAJIBAN KONFIRMASI DALAM PEMBERITAAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • PERATURAN INTERNAL PERUSAHAAN MEDIA
  • TENTANG KAMI
  • Visi & Misi GJLI (Gerakan Jurnalis Leader Indonesia)
  • Visi & Misi Media Nasional Ganesha Abadi

Hak Cipta ganeshaabadi.com ©2024

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • TRENDING
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • TNI
    • POLRI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • PARLEMEN
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • SOSIAL
  • TENTANG KAMI
    • REDAKSI
    • PEDOMAN MEDIA SIBER
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOGIN
    • Login
  • Login

Hak Cipta ganeshaabadi.com ©2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In