Jakarta – Di tengah panasnya suhu politik nasional dan derasnya arus provokasi di media sosial, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian. Haji mabrur, tegas mereka, adalah pribadi yang menolak anarkisme dan selalu mengedepankan persatuan bangsa.
Pesan Ketua Umum IPHI: Kedamaian Kunci Persatuan
Ketua Umum IPHI, DR. KH. Erman Suparno, tampil di layar kaca TVRI pada Senin (1/9/2025) dengan wajah tenang dan kata-kata menyejukkan.
“Seluruh pengurus IPHI harus menjaga perdamaian dan memberi dukungan pada kebijakan Presiden Prabowo. Kedamaian akan terwujud dengan mengedepankan persatuan,” ujarnya.
Erman menegaskan, Indonesia yang sudah 80 tahun merdeka akan benar-benar menjadi bangsa besar jika rakyatnya bergandeng tangan. Bukan saling menyikut atau menjatuhkan. Aspirasi kepada pemerintah harus disampaikan dengan adab dan akhlak mulia.
PW IPHI Jatim: Haji Mabrur Harus Jadi Benteng Moral
Seruan nasional itu disambut hangat oleh KH. Imam Mawardi Ridlwan, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur. Ia menekankan bahwa haji mabrur bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga membawa tanggung jawab moral.
“Haji mabrur itu pribadi yang membawa kedamaian, empati, dan berbagi. Ia tidak menyakiti, tidak merusak, apalagi menjarah hak orang lain,” kata Abah Imam, Rabu (3/9).
Menurutnya, para anggota IPHI harus menjaga diri dari segala bentuk kemungkaran. Lebih dari itu, mereka harus menjadi teladan dalam menebar kedamaian dan solidaritas di tengah masyarakat.
Nasihat untuk Orang Tua: Jaga Anak dari Provokasi
Abah Imam juga mengingatkan para orang tua yang tergabung dalam IPHI untuk membimbing anak-anaknya agar tidak mudah terprovokasi.
“Zaman sekarang, anak-anak muda mudah terbakar emosi. Maka saya mohon para orang tua nasihati anak-anak kita. Jangan biarkan mereka jadi alat oknum yang ingin membuat negeri ini gaduh. Ajaklah mereka berkegiatan positif—menanam, menulis, berdakwah, membantu tetangga, atau mengikuti majlis ta’lim dan sholawat,” tegasnya.
Ia menambahkan, provokasi bisa datang dari mana saja, termasuk media sosial, jalanan, bahkan ruang-ruang yang terlihat aman. Karena itu, IPHI harus hadir sebagai benteng, bukan hanya benteng spiritual, tetapi juga benteng moral bangsa.
Jalan Kedamaian, Jalan Haji Mabrur
Di tengah dunia yang kian gaduh, IPHI menegaskan pilihannya: jalan kedamaian, jalan haji mabrur. Jalan yang mungkin tak viral, tetapi menyelamatkan. Jalan yang menuntun pada kesejahteraan, kemakmuran, serta keberkahan bagi bangsa Indonesia.
(Red)









