Tuban – Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Brawijaya menggelar pengabdian masyarakat untuk guru Insan Kamil Tuban, Sabtu (23/8/2025). Kegiatan dikemas dalam bentuk workshop di MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, diikuti 35 guru Yayasan Bina Insan (Yabika) Tuban.
Menurut Dr. Drs. Sugeng Rianto, M.Sc., pihak FPMIPA UB berterima kasih atas kesempatan mendampingi para guru dalam pelatihan ini. Harapannya, guru mampu membuat video pembelajaran hanya dengan mengetik teks atau mengunggah slide presentasi.
“Pembuatan materi ajar audio visual berbantuan kecerdasan buatan (AI) akan memberi pengalaman baru bagi guru dalam menyiapkan bahan KBM,” jelas Sugeng.
Workshop dibuka Ketua Yayasan Bina Insan Kamil, K.H. Imam Mawardi Ridlwan, melalui Zoom. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru harus terus mengikuti perkembangan zaman.
“Teknologi hadir untuk membantu guru, bukan menggantikan. Dengan teknologi, guru bisa lebih efisien dan kreatif,” tutur Abah Imam.
Dari Teori ke Praktik
Tim dosen Universitas Brawijaya melalui PKM FMIPA UB menghadirkan pemateri utama Dr. Drs. Sugeng Rianto, M.Sc., bersama Firdy Yuana, S.Si., M.Si., Drs. Ach. Agus Dardiri, M.Si., dan Achmad Hidayat, S.Si., M.Si. Mereka memperkenalkan teknologi AI generatif seperti:
- Image-to-Video: mengubah gambar menjadi video.
- Slide-to-Video: presentasi otomatis jadi video.
- Integrasi video dengan LMS untuk kelas online.
Guru juga langsung praktik membuat video edukasi instan. “Ternyata semudah ini bikin video pembelajaran. Dulu butuh berjam-jam, sekarang bisa hitungan menit,” ungkap Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Teguh Pambudi.
Dampak Positif
Survei menunjukkan peningkatan signifikan. Pengetahuan guru tentang AI generatif melonjak, keterampilan membuat video otomatis semakin mantap, dan pengalaman praktik langsung memberi keyakinan baru. Sebagian guru mengaku masih butuh bimbingan lanjutan agar lebih percaya diri.
Langkah Awal Transformasi Digital
Pelatihan ini menjadi bukti komitmen Yabika untuk berinovasi. Dengan dukungan Tim PKM FMIPA UB, para guru kini memiliki bekal untuk menghadirkan suasana belajar yang lebih hidup, efisien, dan sesuai perkembangan era digitalife
Abah Imam yang juga Wakil LDPWNU Jawa Timur berharap program ini berkelanjutan. “Guru tidak hanya mengajar pasif, tapi juga menjadi kreator konten edukasi yang inspiratif dengan bantuan teknologi AI. Selamat berkarya,” tutup Abah Imam.
(Red)







