Aceh Tenggara – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggelar Kontes Durian Unggulan Lokal di kawasan wisata alam Lawe Ger-ger, Desa Jongar, Kecamatan Ketambe, Selasa (5/8/2025).
Kontes ini memperebutkan hadiah total Rp10 juta dan menjadi ajang seleksi durian lokal terbaik untuk didaftarkan sebagai Varietas Unggul Nasional (VUN).
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Cut Huzaimah, menyatakan bahwa durian Aceh Tenggara memiliki potensi besar di pasar nasional bahkan internasional. “Kami akan mendukung proses observasi plasma nutfah untuk didaftarkan ke Kementerian Pertanian,” ujarnya saat membuka acara.
Sebelum penilaian final, seluruh buah peserta disaring oleh tim teknis dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Aceh. Selanjutnya, dewan juri yang terdiri dari Forkopimda, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta komunitas Durian Traveler menilai berdasarkan lima kriteria: bentuk dan ukuran, persentase daging, warna, tekstur, dan rasa.
Dari total 163 durian yang didaftarkan oleh 97 peserta, sebanyak 21 durian lolos ke tahap akhir. Berikut pemenangnya:
Juara Utama:
- Juara 1: Nomor 24
- Juara 2: Nomor 34A
- Juara 3: Nomor 19
- Juara 4: Nomor 64B
Juara Harapan:
- Harapan 1: Nomor 47B
- Harapan 2: Nomor 46
- Harapan 3: Nomor 48A
- Harapan 4: Nomor 41B
- Harapan 5: Nomor 31A
Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, menyebut kontes ini sebagai wujud syukur atas potensi pertanian lokal. Ia berharap kegiatan ini digelar rutin setiap tahun sebagai ajang promosi dan daya tarik wisata.
“Durian lokal kita adalah simbol kekayaan alam dan kerja keras petani. Kami ingin Aceh Tenggara dikenal sebagai penghasil durian berkualitas nasional,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Dandim 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdiyantoro, mengatakan durian lokal setempat tak kalah dari durian premium nasional. Ia menilai pengembangan durian dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem pertanian secara keseluruhan.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan, mengungkapkan bahwa lima durian terbaik akan diusulkan menjadi varietas unggul nasional. “Ini langkah awal untuk menjadikan durian kita sebagai produk unggulan. Kami akan terus mendukung petani lewat pelatihan dan pengembangan teknologi,” ujarnya.
Dinas Pertanian Provinsi Aceh juga memastikan pendampingan lanjutan terhadap lima durian terbaik untuk diajukan ke Kementerian Pertanian RI. Targetnya, pada 2026 Aceh Tenggara akan memiliki varietas durian lokal yang resmi terdaftar secara nasional.
Acara yang dihadiri Forkopimda, Sekda, OPD, camat, Ketua MAA, Ketua TP-PKK Ny. Nurjanah Fakhry, dan Wakil Ketua TP-PKK Ny. Irawati Al Hilal ini juga disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi.
(Red)








