Lubuklinggau – Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, menyoroti persoalan LGBT yang marak belakangan ini dan berharap peran aktif ulama sebagai mitra pemerintah dalam menangani persoalan tersebut. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuklinggau masa khidmat 2025–2030, yang digelar di Aula Cinema Hall pada Rabu (23/7/2025).
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Rustam Effendi, jajaran MUI Provinsi Sumatera Selatan, Forkopimda, SKPD, ormas Islam, dan para undangan lainnya.
Pengesahan dan pengukuhan kepengurusan MUI Lubuklinggau dibacakan oleh Sekretaris Umum MUI Sumsel, Mahmudin, dan dilantik langsung oleh Ketua Bidang Fatwa MUI Sumsel, Nurcholis.
Dalam sambutannya, Nurcholis menyampaikan bahwa peran MUI sangat penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga umat. “Hubungan antara ulama dan umara ibarat dua sisi mata uang. Misi kita bersama adalah memastikan umat berada di jalan yang diridai Allah SWT,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Rachmat Hidayat menekankan pentingnya keberadaan MUI di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi fenomena sosial yang meresahkan. Ia menyebutkan bahwa beberapa waktu terakhir ditemukan aktivitas komunitas LGBT yang terjaring razia.
“MUI adalah benteng pertahanan umat. Dalam situasi seperti ini, peran ulama sangat dibutuhkan untuk memberikan pencerahan dan menjaga moralitas generasi muda,” tegasnya.
(Erwin)







