Aceh Tenggara – Musyawarah Daerah (Musda) II Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Aceh Tenggara berlangsung lancar dan sukses di Desa Sigai Indah, Kecamatan Babul Rahmah, Rabu (18/7/2025). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan perwakilan petani sawit dari seluruh wilayah Aceh Tenggara.
Musda ini dihadiri langsung oleh Dewan Pembina Apkasindo Aceh Tenggara, Drs. H. Armen Desky, M.M., yang memberikan apresiasi atas terpilihnya kembali Arisman, S.H. sebagai Ketua DPD Apkasindo Aceh Tenggara untuk periode 2025–2030. Dalam kepengurusan yang baru, Arisman akan didampingi oleh Sekretaris DPD Beniamin dan Bendahara DPD Nadiman Desky, S.H.
Dalam sambutannya, H. Armen Desky berharap agar kepengurusan baru mampu menjalankan tugas secara profesional dan amanah. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM petani sawit dan perlunya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang sesuai standar agar kesejahteraan petani meningkat.
“Apkasindo memiliki berbagai program, salah satunya program beasiswa bagi mahasiswa baru yang masuk perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar daerah. Namun tetap mengacu pada ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan,” jelas Armen.
Ia juga meminta para pelaku usaha sawit di Aceh Tenggara, termasuk toke dan pemilik pabrik, agar melengkapi izin usaha sesuai aturan. “Legalitas harus dipenuhi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Sementara itu, Arisman menyatakan siap memperjuangkan hak-hak petani sawit. Dalam kepemimpinannya, ia menargetkan peningkatan kesejahteraan petani melalui berbagai program kerja strategis. Salah satunya adalah Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting.
“Replanting bisa dilakukan dengan dua metode, yaitu tumbang serempak dan underplanting. Ini sangat penting untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor kelapa sawit,” ujarnya.
Arisman juga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program Apkasindo. Ia mengajak para pengusaha sawit, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk turut serta mendorong kemajuan industri kelapa sawit di Aceh Tenggara dan Indonesia pada umumnya.
(Red)








