Kediri – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Tulungagung telah mengelola pendidikan dari jenjang PAUD hingga SLTA. Dalam upaya memperkuat tata kelola perjuangan menyelenggarakan Musyawarah Kepegawaian dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Dilaksanakan pada Jum’at dan Sabtu, 15–16 Muharram 1447 H bertepatan pada 11–12 Juli 2025 M. Diselenggarakan di lingkungan yang sarat nilai spiritual, Pesantren Sepuh Roudlotul Qur’an Selopanggung Semen, Kediri, Jawa Timur.
Musyawarah kepegawaian diikuti oleh Dewan Syuro LPI, kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan utusan jenjang yang ditunjuk. Menurut direktur pelaksana LPI Al Azhaar Tulungagung, H. Nurdin Wahyudi, ST bahwa musyawarah kepegawaian sebagai upaya membuat tata kola yang sesuai kebutuhan saat ini. Dan sekaligus untuk menumbuhkan komitmen bersama dalam membangun sistem pendidikan yang robbani, tertata, dan berintegritas.
“Musyawarah kepegawaian membahas panduan dan aturan kepegawaian, serta merumuskan ART Perkumpulan Al Azhaar sebagai ikhtiar kolektif untuk menyemai budaya kerja yang dilandasi nilai-nilai ukhuwah, amanah, dan profesionalisme,” tegas Nurdin.
Sementara itu Direktorat Humas LPI Al Azhaar Tulungagung, Heru Syaifuddin musyawarah kepegawaian juga membahas evaluasi dan penguatan struktur kepegawaian, aturan kepegawaian, penyusunan ART LPI yang relevan dan dinamis.

Di tempat yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung, KH. Imam Mawardi Ridlwan menyampaikan bahwa bermusyawarah itu berkah. Semua yang dijalankan oleh LPI Al Azhaar Tulungagung untuk membuat dan menetapkan syakilah-syakilah yang dituangkan di aturan kepegawaian. Sedangkan ART sebagai upaya untuk meneguhkan semangat kolektif dalam pelaksanaan tugas dakwah dan pendidikan.
“Musyawarah kepegawaian LPI Al Azhaar Tulungagung bertempat di Pesantren Sepuh agar mendapatkan nilai-nilai spiritual,” tutup Abah Imam.
(Red)








