Sidoarjo – Aksi licik dua pria menukar cincin emas asli dengan emas palsu di Pasar Wadungasri, Waru, Sidoarjo, berujung babak belur dihajar massa. Aksi penipuan yang terjadi pada Senin (30/6) malam itu berhasil digagalkan pegawai toko emas yang jeli.
Peristiwa bermula saat kedua pria tersebut pura-pura membeli cincin emas seberat 3,5 gram. Ketika pegawai toko lengah, keduanya berusaha menukar cincin emas asli dengan imitasi yang beratnya hanya 3 gram. Namun, kecurigaan muncul karena pegawai toko melihat perbedaan mencolok pada cincin yang dikembalikan.
“Mau beli emas berupa cincin. Terus diambilkan sama karyawan toko emas. Begitu diminta sama pegawainya, ditukar sama emas palsu,” ujar Fauzi, salah satu pedagang emas di Pasar Wadungasri, Selasa (1/7/2025).
Pegawai toko yang sudah hafal bentuk dan ciri emas asli langsung menahan salah satu pelaku. Setelah digeledah, emas asli ditemukan di kantong celana pelaku.
“Sama pegawainya digeledah, akhirnya ketemu di kantong celananya. Emas asli tadi seberat 3,5 gram,” tambah Fauzi.
Harga cincin emas seberat 3,5 gram diperkirakan sekitar Rp 4,6 juta. Warga yang mengetahui kejadian langsung menghakimi kedua pelaku sebelum polisi datang.
“Pelakunya dua orang, badannya penuh tato. Satu berjenggot, satunya pakai helm. Sepertinya orang luar pulau semua,” ungkap Fauzi.
Informasi yang beredar menyebut kedua pelaku sebelumnya juga sempat mendatangi beberapa toko emas lain di kawasan Rungkut dan Kepuh Permai sebelum beraksi di Pasar Wadungasri.
“Saya sering kena barang palsu seperti itu. Kalau kata teman saya yang jualan emas di Rungkut, dua pelaku tadi sebelumnya sudah ke sana, lalu ke toko emas Kepuh Permai, terakhir ke Pasar Wadungasri,” jelas Fauzi.
Petugas keamanan Pasar Wadungasri, Dayat, membenarkan bahwa kedua pelaku beserta barang bukti, termasuk sepeda motor Honda BeAT, sudah diamankan ke Polsek Waru.
“Sepeda motor pelaku tadi Honda BeAT sudah dibawa ke Polsek,” ucapnya.
Kanit Reskrim Polsek Waru, AKP Adik Agus Putrawan, membenarkan penangkapan dua pelaku. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Waru.
“Sudah kami tahan, saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Namun, polisi belum menetapkan status tersangka karena masih mendalami peran masing-masing pelaku.
“Kami masih mendalami siapa yang benar-benar terlibat langsung,” pungkas AKP Adik Agus Putrawan.
(Redho)








