Lubuklinggau – Harapan masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya untuk menikmati akses jalan tol pupus sudah. Proyek Tol Muara Enim–Lubuklinggau yang sebelumnya dirancang melintasi wilayah tersebut kini resmi dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah pusat.
Keputusan tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam, khususnya bagi warga Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara (Muratara) yang selama ini menantikan manfaat besar dari kehadiran jalan tol, mulai dari efisiensi waktu tempuh ke Palembang hingga peningkatan ekonomi lokal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lubuklinggau, Achmat Asril, membenarkan bahwa proyek jalan tol tersebut sudah tidak lagi menjadi prioritas pusat.
“Ini ranahnya pemerintah pusat. Kami sudah menanyakan ke balai, dan informasi yang kami terima, skala prioritasnya bergeser,” ujar Asril, Minggu (22/6/2025).
Asril juga menyebutkan bahwa sebelumnya pemerintah pusat telah menetapkan penetapan lokasi (penlok) dan trase jalan tol yang dirancang akan melalui Lubuklinggau. Namun dengan adanya pergeseran prioritas, proyek ini kini terhenti.
Warga berharap pemerintah daerah dan pusat dapat kembali memperjuangkan pembangunan jalan tol demi mendukung konektivitas dan kemajuan ekonomi wilayah.
(Erwin)







