Sidoarjo — Aksi konvoi sekelompok remaja yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat menimbulkan kekacauan di Jalan Brigjen Katamso, Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Minggu dini hari (15/6/2025). Aksi brutal tersebut membuat warga dan pengguna jalan panik, bahkan sempat menghentikan arus lalu lintas.
Konvoi dimulai dari kawasan Pondok Candra hingga berhenti di sekitar pabrik paku Waru. Para remaja berpakaian serba hitam, mengenakan hoodie, penutup wajah, serta membawa bendera dan flare asap.
“Jumlahnya sekitar 70 orang. Mereka menyalakan flare, berteriak-teriak, blokade jalan, bahkan ada yang melempar batu ke arah pengendara,” ujar Arum Sukma, salah satu pengendara yang melintas.
Puncaknya terjadi saat rombongan itu berhenti di depan sebuah warung kopi. Mereka diduga terlibat tawuran dan menyerang warung hingga membuat suasana semakin mencekam.
“Semua kendaraan dihentikan, mereka tawuran di tengah jalan. Warkop juga diserang. Saya cuma bisa ikut di belakang, takut mendahului,” tambahnya.
Warga mengaku aksi serupa bukan pertama kali terjadi. Konvoi liar dengan pakaian hitam dan atribut perguruan disebut kerap terjadi hampir setiap malam Minggu. Bahkan beberapa kali mereka membawa senjata tajam dan pernah menganiaya pengendara.
“Sudah sering kejadian. Mereka bawa celurit panjang, pernah juga ada yang dikeroyok sampai luka di kepala,” ungkap warga lainnya.
Petugas Polsek Waru yang sedang berpatroli langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Namun saat petugas tiba, para pelaku sudah membubarkan diri.
“Kami langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan, tapi mereka sudah kabur,” kata Kanit Reskrim Polsek Waru, AKP Adik Agus Putrawan.
Meski tidak ada korban jiwa, polisi tetap melakukan penyelidikan dan mendalami dugaan pelanggaran hukum terkait kepemilikan senjata tajam dan aksi anarkis.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat indikasi aksi serupa agar bisa dilakukan penindakan lebih cepat demi menjaga ketertiban umum.
(Redho)








