Pujon – Yayasan Persyarikatan Dakwah Al Haromain (Persyadha) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) perdana di Pondok Pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain, Ngroto, Pujon, Kabupaten Malang, pada 12–14 Mei 2025.
Organisasi yang didirikan oleh KH. M. Ihya’ Ulumiddin pada 1990 di Surabaya ini fokus pada bidang tarbiyah (pendidikan) dan dakwah. Dalam Munas ini, Persyadha merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai panduan bersama dalam mengelola organisasi dan menjalankan misi dakwah.
Dalam pengarahan pembukaan, KH. M. Ihya’ Ulumiddin selaku pendiri dan ketua pembina yayasan menekankan pentingnya mendokumentasikan setiap kebiasaan dan laku lampah di lingkungan yayasan agar bisa dijadikan SOP yang terstandar.

“Munas ini digelar dengan niat utama untuk merawat anggota yayasan. Kami ingin semua tradisi dan sistem kerja dicatat dan dijadikan pedoman bersama,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya karakter kejujuran, keikhlasan, dan semangat dalam menjalankan tugas. Untuk menjadi pribadi yang baik dan kokoh, ia menyebut tahapan utama adalah ilmu, amal, ikhlas, dan khosyah.
Ketua Dewan Pengarah Munas, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menyampaikan bahwa peserta Munas terdiri dari pengasuh pondok cabang, ketua cabang Persyadha, Ahlu Syuro Pondok Pesantren Nurul Haromain, Ahlu Syuro Yayasan Persyadha, serta lembaga dan departemen di bawah naungan yayasan.
“Munas ini bertujuan memperkuat sinergi internal dan mencatat secara sistematis syakilah pesantren, yayasan, dan gerakan dakwah Persyadha, demi penguatan kaderisasi spiritual bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Munas, Kyai Masyhuda, menyebutkan bahwa peserta dibagi ke dalam delapan komisi yang bertugas menggali, mencatat, dan menyusun SOP dari berbagai tradisi dan kebiasaan yang berkembang di lingkungan yayasan.
“Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Munas Perdana Persyadha,” tutupnya.
(Red)







