Jakarta – Pakar Hukum Pidana Internasional, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, S.Pd.I, S.E., S.H., M.H., LLB., LLM., PhD, yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Oposisi Merdeka, mengutuk keras aksi kekerasan terhadap empat wartawan di Sijunjung, Sumatera Barat.
Peristiwa tragis ini menimpa Suryani (Nusantararaya.com), Jenni (Siagakupas.com), Safrizal (Detakfakta.com), dan Hendra Gunawan (Mitrariau.com) saat mereka melakukan investigasi terkait dugaan praktik ilegal BBM subsidi dan tambang emas liar di Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang.
Alih-alih mendapatkan informasi, mereka justru menjadi korban penyekapan, penganiayaan, perampokan, dan pemerasan oleh kelompok mafia yang diduga terkait dengan Wali Jorong Koto Tanjung Lolo. Bahkan, para wartawan sempat diancam akan dibakar hidup-hidup jika tidak menyerahkan uang tebusan Rp20 juta.
“Kejadian ini menunjukkan betapa lemahnya perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. Bagaimana masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar jika jurnalis justru menjadi sasaran kekerasan?” ujar Prof. Sutan Nasomal dalam pernyataan resminya, Minggu (18/03/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tindakan brutal ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan ancaman serius terhadap kebebasan pers. “Tidak boleh ada impunitas bagi para pelaku! Kami mendesak Kapolri agar segera menangkap mereka, termasuk oknum pejabat yang terlibat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk tidak gentar dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Jangan takut! Kita harus melawan aksi biadab ini. Saya berharap Polda Sumbar bergerak cepat untuk menuntaskan kasus ini,” tambahnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kalangan jurnalis internasional. Prof. Sutan Nasomal berharap keadilan segera ditegakkan agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.
(Red)







