Lubuklinggau, 9 Maret 2025 – Kegiatan Safari Ramadhan yang rutin dilaksanakan oleh Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau kini mendapat sorotan dari aktivis sosial. Mereka menilai pelaksanaan kegiatan yang dirancang oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kurang transparan dan tidak profesional.
Ferry Isrop, seorang aktivis peduli sosial, menyampaikan kritiknya usai melaksanakan salat tarawih di salah satu masjid di Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Ia meminta Walikota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, untuk mengevaluasi kinerja pegawai Bagian Kesra yang dianggap tidak jelas dalam mengatur regulasi dan mekanisme pelaksanaan Safari Ramadhan.

“Kami meminta Pemerintah Kota Lubuklinggau, khususnya Walikota dan Sekretaris Daerah, untuk mengevaluasi kinerja pegawai Kesra. Regulasi dan mekanisme penjadwalan Safari Ramadhan Walikota ke masjid-masjid terkesan tidak transparan,” ujar Ferry Isrop.
Ia juga menambahkan bahwa ada kesan pilih kasih dalam penyusunan jadwal kunjungan, padahal kegiatan ini sangat dinantikan oleh pengurus masjid di seluruh Kota Lubuklinggau.
“Kami berharap ada perbaikan dalam sistem penjadwalan agar semua masjid mendapat kesempatan yang sama dalam menerima kunjungan Safari Ramadhan,” tutupnya.
(Erwin – Kaperwil Sumsel, Lubuklinggau, Musi Rawas)








