Surabaya – Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Jawa Timur mengimbau umat Islam, khususnya warga Nahdliyin, untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai amalan ibadah. Malam Nisfu Sya’ban, yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah, dianggap sebagai malam penuh berkah dan ampunan dari Allah Ta’ala.
Ketua LD PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Syukron Djazilan Badri, menjelaskan bahwa tradisi Nahdliyin di malam Nisfu Sya’ban biasanya diisi dengan pembacaan Surat Yasin setelah salat Magrib serta salat malam (qiyamul lail) di penghujung malam.
“LD PWNU Jawa Timur mengajak umat Islam untuk mengoptimalkan momentum malam Nisfu Sya’ban. Ini adalah malam istimewa di mana Allah membuka pintu ampunan dan rahmat-Nya. Di malam itu pula takdir manusia dapat diubah, sehingga kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan memohon ampun kepada Allah,” ujar Abah Syukron.
Selain dzikir dan doa, Abah Syukron juga mengingatkan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Nisfu Sya’ban dalam kehidupan sehari-hari, seperti memperbanyak sedekah dan menjaga silaturahmi.
Anjuran Rasulullah tentang Malam Nisfu Sya’ban
Abah Syukron mengutip beberapa hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terkait keutamaan malam Nisfu Sya’ban:
“Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka hidupkanlah malamnya dan berpuasalah di siang harinya.” (HR Ibnu Majah)
“Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, malaikat berseru dari Allah: ‘Adakah orang yang memohon ampun, maka Aku ampuni. Adakah orang yang meminta sesuatu, maka Aku kabulkan permintaannya.’” (HR Al-Baihaqi)
Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban
LD PWNU Jawa Timur mengajak umat Islam untuk mengisi malam Nisfu Sya’ban dengan amalan berikut:
1. Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali setelah Magrib, dengan masing-masing bacaan disertai doa tertentu:
Bacaan pertama: Memohon berkah umur, kesehatan, rezeki yang halal, serta keteguhan dalam ketaatan.
Bacaan kedua: Memohon perlindungan dari segala musibah dan bencana.
Bacaan ketiga: Memohon keteguhan iman dan husnul khatimah (akhir kehidupan yang baik).
2. Memperbanyak istighfar, dzikir, dan doa untuk memohon ampunan serta keberkahan hidup.
3. Menjalin silaturahmi dan memperbanyak sedekah sebagai wujud nyata dari keberkahan malam tersebut.
“Kami mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menyambut malam Nisfu Sya’ban dengan hati gembira, baik secara pribadi maupun berjamaah. Mari kita manfaatkan malam ini untuk mendekatkan diri kepada Allah,” tutup Abah Syukron.
(Red)








