Boyolali – Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, S.Pd., M.Han, menghadiri Grand Opening Central Kitchen Badan Gizi Nasional (BGN) di Dukuh Kelipan, Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini juga melibatkan peninjauan distribusi makanan bergizi di SMA Negeri Ngemplak. Acara berlangsung pada Senin (06/01/2025).
Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo menjelaskan bahwa program makan siang bergizi adalah inisiatif pemerintah melalui Badan Gizi Nasional. Program ini bertujuan mengatasi masalah gizi, sekaligus menciptakan generasi Indonesia yang kuat, sehat, dan cerdas. Selain itu, program ini juga berfokus pada peningkatan kemandirian pangan di berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Dandim menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pola makan sehat.
“Anak-anak adalah harapan bangsa. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang cerdas, mereka akan berkontribusi besar terhadap pembangunan negara,” ujar Letkol Inf Wiweko.
Pendiri Wong Solo Group, Puspo Wardoyo, yang juga memimpin Yayasan Bangun Gizi Nusantara, mengungkapkan bahwa dua Sentra Pangan Pelajar dan Guru (SPPG) yang dikelola yayasannya telah mendistribusikan 12 ribu porsi makanan bergizi. Distribusi ini menyasar siswa TK, SD, SMP, dan SMA di sekitar Kecamatan Ngemplak.
“Kami bangga dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan gizi siswa. Hal ini selaras dengan visi Presiden Prabowo untuk meningkatkan asupan nutrisi generasi muda Indonesia,” ujar Puspo.
Yayasan Bangun Gizi Nusantara mengelola dua SPPG dengan melibatkan 150 karyawan, sebagian besar merupakan warga sekitar. Seluruh karyawan telah mendapatkan pelatihan dapur sesuai standar Badan Gizi Nasional. Pelatihan ini menekankan pentingnya kebersihan, kerapian, dan akuntabilitas.
Untuk operasional harian, yayasan memberdayakan petani, peternak, dan pedagang lokal. Setiap dapur membutuhkan sekitar 300 kg daging, 250 kg sayuran, ratusan butir telur, dan 530 kg buah segar setiap harinya.
“Kami berharap SPPG Gagaksipat dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mendirikan dan mengelola SPPG. Kami siap menjadi tempat belajar bagi mereka yang ingin meniru konsep ini,” tambah Puspo.
Dengan keberadaan SPPG di Gagaksipat, diharapkan program pemerintah dalam memberdayakan ekonomi lokal bisa berjalan dengan baik dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
(Agus Rodo Kemplu)







