MANGGARAI TIMUR — Kabupaten Manggarai Timur dinobatkan sebagai kabupaten tertinggal yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam sekala nasional.
Hal ini tertuang dalam peraturan presiden nomor 63 tahun 2022 tentang daerah tertinggal tahun 2022-2024. Kriteria terkait penetapan daerah tertinggal seperti dijelaskan pasal 2 peraturan presiden (Perpres) antara lain perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan uang daerah akseibelitas, dan karakteristik daerah.
Tentunya dari kriteria diatas yang menyebabkan kabupaten Manggarai Timur tergolong dalam kabupaten tertinggal. Sehingga dalam hal ini pemerintah daerah perlu untuk memperdayakan kebijakan-kebijakan yang dapat mengatasi persoalan-persoalan tersebut.
Andreas Agas mantan bupati yang terhitung sudah 15 tahun menjabat sebagai pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur dinilai tidak berhasil untuk membawakan perubahan. Hal terbuat dilihat dari peraturan presiden (Perpres) nomor 63 tahun 2022 tentang kabupaten tertinggal.
Masyarakat Manggarai Timur menilai mantan bupati tersebut hanya manis menebar janji dan membuat konsep kebijakan yang tanpa ada terealisasi.
Seperti janji yang disampaikan untuk membangun infrastruktur jalan 10 KM setiap kecamatan per tahun namun tidak berhasil untuk di terealisasikan. Juga terkait UMKM dan Koperasi yang tujuan untuk membangun ekonomi keluarga tetapi hanyalah mimpi bagi masyarakat.
Kalau kita melihat tentang ketertinggalan kabupaten Manggarai Timur memang salah satunya karena faktor transportasi yaitu jalan yang belum memadai sehingga menghambat perputaran ekonomi masyarakat.
Infrastruktur jalan memang salah satu faktor utama untuk mendukung peningkatkan ekonomi masyarakat. Tentunya sebagai masyarakat sangat mengharapkan infrastruktur jalan yang baik, sehingga bisa memperlancar pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang perekonomiannya.
Berbicara tentang infrastruktur jalan saat ini di Manggarai Timur tentunya sangat-sangat memperihatinkan. Karena pada dasarnya sebagian besar wilayah di Kabupaten Manggarai Timur infrastruktur jalan masih buruk, dan masih sangat sulit diakses.
Masyarakat Manggarai Timur pada umumnya berprofesi sebagai petani. Tentunya akses transportasi jalan sangat penting. Karena petani sangat membutukan jalan agar bisa memperlancar akses perekonomiannya untuk kebutuhan produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat.
Tentunya hal ini menjadi bagian dari tupoksi pemerintah, untuk bagaimana membangun infrastruktur jalan yang baik atau selayaknya yang dapat membangun kesejahteraan masyarakat. Pemerintah harus perlu mengedepankan pentingnya transportasi sebagai penggerak perekonomian masyarakat.
Namun sebagai masyarakat kami masih segar dalam ingatan janji politik mantan bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, akan membangun 10 km lapen setiap kecamatan per tahun yang sampai saat ini janji tersebut hanyalah mimpi.
Masyarakat saat ini hanya menikmati janji manisnya, namun masih merasakan derita dengan jalan-jalan berlobang, jalan yang penuh lumpur, dan jalan yang selalu membutuhkan teteran dedak untuk bisa memperlancar jalanya alat transportasi.
Seperti halnya di salah satu ruas jalan Elar Selatan-Kota Komba yang melintas beberapa desa seperti Desa Gising, Desa Langga Sai, Desa Nanga Pu’u, Desa Nanga Meze, yang memang kondisi jalan sangat parah. Dan juga masih banyak ruas jalan di kecamatan lain yang tidak kunjungan perbaiki seperti di Kecamatan Rana Mese.
Sangat disayangkan jika berbicara tentang infrastruktur jalan di Manggarai Timur. Apalagi yang di pelosok desa benar-benar merasakan tentang sakitnya melewati jalan berlobang. Sangat miris dengan janji manis mantan bupati Manggarai Timur.
Mirisnya, yang juga menjadi trending topic di Manggarai Timur soal kemiskinan ekstrim. Yang dirilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) data persentase penduduk miskin ekstrim di Kabupaten Manggarai Timur menyumbang penduduk miskin ekstrem pada tahun 2022 sebesar 9,11% dari angka 6,85% pada tahun 2021.
Artinya kalau melihat dari data tersebut bahwa bukanya menurun tetapi malah menjadi peningkatan kemiskinan di Kabupaten Manggarai Timur. Ini juga salah satu kegagalan dari mantan Bupati Andreas Agas.
Memang Kemiskinan ekstrim dibawa pemimpin Bupati Agas Andreas turut mewarnai juga dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Tentunya ini bagian dari kegagalan untuk membangun kabupaten Manggarai Timur.
Hal ini menjadi permbingcangan hangat publik dan bahkan mengatakan bahwa krisis inovatif, ktisis kreatif ataukah memang pemerintah sengaja untuk tidak merespon terhadap perubahan daerahnya.
Tentunya Ini yang menjadi pertanyakan sebagai masyarakat soal kinerja pemerintah selama menjabat. Dan ini menjadi referensi masyarakat untuk menuju kontestasi pilkada 2024 mendatang. Sehingga tidak salah dalam memilih pemimpin.
Sekarang saatnya masyarakat untuk menilai, meminimalisir agar bisa menentukan calon pemimpin yang benar-benar pemimpin berkualitas, integritas, inovatif, dan kreatif, sehingga bisa membawa perubahan di Manggarai Timur kedepannya.
Penulis: Alfaro Remba.









Contoh salah satu ruas jln Benteng jawa-Dampek. Sejak saya SD hingga SMK jln ruas benteng Jawa-Dampek Manggarai timur. Masih sangat memperhatinkn, apa lagi jika musin hujan lebih ekstrem jika melintasi jln benteng Jawa – dampek. Sangat disayangkan kabupaten Manggarai timur.
Berharap pada pilkada tahun ini membawa sebuah keharuman untuk kabupaten Manggarai timur.