BANYUWANGI – Ganasnya kali Setail memakan korban jiwa. Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang di Sungai Setail, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, Satpolairud, Polsek Purwoharjo, Koramil Purwoharjo, BPBD, serta relawan kebencanaan dan Perangkat Desa Bulurejo.Dalam kesempatan ini,
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap korban bernama Fredyla Ayang Hertanto (26) warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi hilang sekitar pukul 13:00, Senin (15/4/2024).
Kapolsek Purwoharjo AKP Budi Hermawan mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi usai Basarnas Pos Banyuwangi datang ke lokasi kejadian,
Gabungan pun segera menyusun rencana guna melakukan operasi penyelamat terhadap pria yang hilang di Sungai Setail itu.
“Dengan cepat kami lakukan koordinasi untuk mencari keberadaan korban,” paparnya.
Saat Korban Mandi di Sungai Setail, Ada Aktivitas Mencurigakan Saat Korban Berenang di Sungai
AKP Budi Hermawan mengatakan saat ini dilakukan penyusuran dari titik lokasi hilangnya korban hingga beberapa meter ke arah bawah aliran sungai tersebut.
“Pencarian korban di lakukan di darat dan juga di dalam perairan,” katanya.
Petugas juga mengenakan pakaian lengkap guna menjaga keamanan diri saat melakukan operasi pencarian korban yang hilang di Sungai Setail tersebut.Diberitakan sebelumnya,
Hasil penelusuran Polsek Purwoharjo berhasil mengungkap fakta terkait korban yang hilang saat mandi di Sungai Setail, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Korban bernama Fredyla Ayang Hertanto (26) warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi hilang sekitar pukul 13:00, Senin (15/4/2024).
Kapolsek Purwoharjo AKP Budi Hermawan mengatakan jika korban sebelumnya diketahui memiliki gangguan kejiwaan dan sering kambuh.Korban juga sempat mendapatkan perawatan medis secara rutin di Poli Jiwa Puskesmas Licin lantaran penyakit yang dideritanya tersebut.Iya benar setelah kami telusuri korban ini pernah mengalami gangguan jiwa dan sempat mendapatkan perawatan,” ujarnya.
Tak hanya itu, fakta terbaru terungkap jika korban juga diduga mengonsumsi minuman keras (miras) sebelum mandi di Sungai Setail.
(Red)








