Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi mulai memperkuat konsolidasi internal dengan menghimpun seluruh lembaga yang berada di bawah naungannya. Langkah ini dilakukan untuk menyamakan visi, memperkuat koordinasi, serta menyusun arah program kerja yang lebih terintegrasi dan berdampak langsung bagi warga Nahdliyin.
Pertemuan yang digelar pada Kamis (4/6/2026) tersebut menjadi momentum awal bagi PCNU Banyuwangi dalam membangun sinergi antarlembaga guna memastikan setiap program organisasi berjalan lebih efektif, terencana, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Saat ini, sekitar 17 lembaga di lingkungan PCNU Banyuwangi telah menyatakan kesiapan untuk menjalankan berbagai program strategis sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Bahkan, beberapa di antaranya telah lebih dulu melaksanakan kegiatan kelembagaan sebagai bentuk komitmen dalam menggerakkan roda organisasi.
Selain membahas program kerja, sejumlah lembaga juga tengah mempersiapkan proses pengukuhan kepengurusan. Mekanismenya beragam, mulai dari pengukuhan yang dilakukan secara mandiri oleh masing-masing lembaga hingga pengukuhan bersama yang akan difasilitasi oleh PCNU Banyuwangi.
Dalam kesempatan tersebut, Rois Syuriah PCNU Banyuwangi, KH Fahrudin Manan, menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai, tantangan umat yang semakin kompleks menuntut adanya sistem organisasi yang kuat agar setiap amanah dapat dilaksanakan secara terarah dan sesuai dengan tujuan perjuangan Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, keberadaan lembaga yang aktif menjadi salah satu indikator hidup dan bergeraknya organisasi. Karena itu, setiap unsur di lingkungan NU perlu terus mengembangkan peran dan kontribusinya bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Akhmad Turmudzi, menggambarkan pengelolaan organisasi layaknya sebuah orkestra. Dalam sebuah orkestra, setiap pemain memiliki kemampuan dan peran yang berbeda, namun semuanya bekerja menuju satu tujuan yang sama, yakni menghasilkan harmoni yang bermanfaat bagi banyak orang.
Ia menjelaskan bahwa setiap lembaga harus menjalankan tugas sesuai kompetensi yang dimiliki agar program yang dilaksanakan dapat memberikan hasil maksimal. Menurutnya, bidang-bidang strategis seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, maupun sosial harus dikelola oleh sumber daya yang memiliki kapasitas dan keahlian yang relevan.
Turmudzi juga menegaskan bahwa PCNU Banyuwangi memberikan ruang yang luas kepada setiap lembaga untuk menentukan pola kerja, strategi pengembangan organisasi, hingga mekanisme pengukuhan kepengurusan. Namun demikian, kebebasan tersebut tetap harus berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah serta ketentuan hukum yang berlaku.
Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi antarlembaga ini, PCNU Banyuwangi berharap seluruh perangkat organisasi dapat berperan lebih optimal sebagai penggerak program keumatan. Dengan demikian, kehadiran NU di tengah masyarakat tidak hanya semakin kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi warga Banyuwangi dan khususnya komunitas Nahdliyin.








