DENPASAR – Upaya menjaga keamanan di kawasan vital terus diperkuat. Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Yustisi dan Patroli Gabungan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas serta memastikan situasi kamtibmas di kawasan Pelabuhan Benoa tetap aman dan kondusif.
Patroli dilaksanakan pada Jumat malam, 11 September 2026 dengan melibatkan unsur Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa, TNI AL, Security Pelindo, Pam Obvit dan KSOP.
Patroli gabungan ini dipimpin oleh Pawas IPTU I Nyoman Gede Nuaba Kegiatan tersebut juga dipantau langsung oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Benoa AKP I Gede Wiyastra Dwi Putra, S.H.
Personel gabungan dari berbagai unsur diterjunkan dalam kegiatan tersebut, Sinergitas lintas instansi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di kawasan Pelabuhan Benoa yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.
Sejumlah titik strategis menjadi sasaran pemantauan, di antaranya Dermaga Barat Selatan, Dermaga Barat, kompleks pertokoan, Simpang Catur Muka hingga Dermaga Barat Utara Pelabuhan Benoa.
Selain melakukan patroli dan pemantauan, petugas juga melaksanakan kegiatan dialogis dengan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan. Sasaran kegiatan meliputi pedagang kaki lima, Anak Buah Kapal (ABK) kapal ikan, pengunjung pelabuhan hingga para pemancing.
Dalam kesempatan tersebut, personel menyampaikan imbauan kamtibmas dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Masyarakat juga diingatkan agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan bahwa KRYD Yustisi dan patroli gabungan merupakan langkah preventif Kepolisian bersama instansi terkait dalam menjaga keamanan kawasan Pelabuhan Benoa.
“Pelabuhan Benoa merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi dan memiliki peran strategis. Oleh karena itu, pengamanan dan pengawasan perlu dilakukan secara bersama-sama melalui sinergitas seluruh instansi terkait,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran personel gabungan di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya berbagai bentuk gangguan kamtibmas. “Melalui KRYD dan patroli gabungan ini, kami berupaya mencegah dan menekan potensi terjadinya tindak kriminalitas, pelanggaran maupun gangguan kamtibmas, termasuk kejahatan konvensional seperti Curas, Curat dan Curanmor atau C3,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peran aktif masyarakat juga sangat diperlukan dalam menjaga situasi keamanan. “Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk para pekerja dan pengguna jasa pelabuhan, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” pungkasnya. (Tim Redaksi)







