BUNTOK, Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Pertemuan rutin bulanan ibu-ibu RT 35 di manfaatkan sebagai mediasi edukasi dan sosialisasi implementasi inovasi HAPAKAT LEWU BERSIH (Gerakan Terpadu Bank Sampah Berbasis Komunitas).
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, peserta arisan mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Sosialisasi ini difokuskan pada penyampainya rencana aksi implementasi inovasi HAPAKAT LEWU BERSIH yang akan dilaksanakan secara bertahap dilingkungan RT.
Penggagas inovasi ibu Farida Hadiyatul Chasanah menjelaskan, bahwa perubahan lingkungan yang bersih tidak dapat di wujudkan oleh para orang saja, tetapi membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh warga.
Buntok, (06/01/2024).
Ditambahkannya, melalui forum arisan yang dihadiri ibu-ibu sebagai pengelola rumah tangga,diharapkan lahir kesadaran bersama untuk memulai memilih sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
“HAPAKAT berarti kebersamaan dan gotong royong, sedangkan LEWU berarti kampung atau tempat tinggal”,ucap Faridah.
“Melalui semangat HAPAKAT, kita ingin membangun budaya baru bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Langkah kecil yang dilakukan setiap keluarga akan menghasilkan perubahan besar bagi lingkungan RT kita”,ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan rencana aksi inovasi yang meliputi edukasi pemilihan sampah rumah tangga, pembentukan dan penguatan Bank Sampah unit RT, penjadwalan kegiatan pengumpulan sampah. Selain itu, warga juga diajak untuk menjadi bagian dari gerakan lingkungan melalui ketertiban aktif dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.
Peserta menyambut baik sosialisasi tersebut. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan terkait mekanisme pemilihan, jenis sampah yang ditabung, sehingga manfaat ekonomi dan lingkungan yang dapat diperoleh melalui Bank Sampah. Antusiasme warga menunjukan semakin tumbuh kepedulian terhadap pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh warga RT memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan inovasi HAPAKAT LEWU BERSIH, sehingga implementasinya dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Lebih sekedar membentuk Bank Sampah, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhb budaya hidup bersih, memperkuat semangat gotong royong, serta menjadikan lingkungan RT sebagai contoh kawasan yang perduli terhadap kelestarian lingkungan.
HAPAKAT LEWU BERSIH merupakan inovasi berbasis kearifan lokal yang terus di kembangkan melalui kolaborasi masyarakat, sehingga pendidikan,bl organisasi kemasyarakatan dan perangkat daerah. Dengan semangat kebersamaan inovasi ini, diharapakan menjadi penggerak kolektif yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.
(Sawalun.DL)






