JEMBER – Komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas selama Bulan Suro kembali ditegaskan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember melalui pelaksanaan Apel Kebangsaan Kesiapan Pengamanan Terate (Pamter) yang melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Jember, TNI, Polri, serta berbagai elemen perguruan pencak silat.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat persatuan tersebut menjadi simbol kuat sinergitas antara organisasi kemasyarakatan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah selama rangkaian kegiatan Bulan Suro yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi kalangan pesilat.
Ketua PSHT Cabang Jember, Jono Wasinuddin, menegaskan bahwa Bulan Suro bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum spiritual yang sakral bagi seluruh warga perguruan pencak silat. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan harus dilaksanakan secara tertib, aman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
“Bulan Suro merupakan bulan spiritual bagi seluruh perguruan pencak silat. Karena itu kami berkomitmen memastikan setiap kegiatan berjalan lancar, aman, tertib, dan kondusif,” ujar Jono dalam keterangannya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi keamanan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh organisasi pencak silat agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.
Ia menilai forum kebersamaan yang mempertemukan seluruh unsur pemangku kepentingan merupakan langkah strategis dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif.
“Hari ini pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen perguruan silat duduk bersama. Ini menunjukkan komitmen bersama agar Kabupaten Jember tetap aman, damai, dan seluruh kegiatan berjalan sesuai fungsi serta perannya masing-masing,” tegasnya.
Ribuan Personel Pamter Disiagakan
Dalam rangka mendukung pengamanan internal organisasi sekaligus membantu terciptanya situasi yang kondusif, PSHT Cabang Jember telah menyiapkan sekitar 1.200 personel Pengamanan Terate (Pamter) yang berasal dari tingkat cabang, ranting hingga rayon.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 personel hadir mengikuti apel kesiapsiagaan sebagai bentuk kesiapan menghadapi seluruh agenda Bulan Suro dan prosesi pengesahan warga baru PSHT.
“Kami menyiapkan sekitar 1.200 personel Pamter. Kurang lebih 1.000 personel hadir dalam apel hari ini dan berasal dari seluruh ranting sesuai kemampuan masing-masing wilayah,” jelas Jono.
Kesiapan ribuan personel tersebut menjadi bukti nyata keseriusan PSHT Jember dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat citra organisasi sebagai bagian dari elemen bangsa yang aktif menjaga persatuan.
Kolaborasi Jadi Kunci Cegah Gesekan
Jono berharap pola komunikasi dan kolaborasi yang telah terbangun antara pemerintah, aparat keamanan, dan perguruan silat dapat terus dipertahankan pada masa mendatang.
Menurutnya, semangat kebersamaan merupakan fondasi utama dalam mencegah munculnya konflik maupun gesekan yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
“Apabila kebersamaan ini terus dijaga, Insya Allah tidak akan muncul persoalan yang berarti. Semua pihak telah memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawab masing-masing,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Jono juga mengungkapkan rencana besar PSHT Jember yang tengah mempersiapkan agenda monumental bertajuk PSHT Berselawat 2027. Kegiatan berskala nasional tersebut ditargetkan mampu menghadirkan sekitar 40 ribu peserta di kawasan Jember Sport Garden (JSG) dan menjadi momentum penguatan nilai religius serta persaudaraan antarwarga PSHT.
Kapolres Jember: Pamter Harus Menjadi Teladan
Sementara itu, Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condro Putra, memberikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen PSHT dalam menjaga keamanan selama Bulan Suro.
Menurutnya, Pamter memiliki peran strategis sebagai representasi organisasi di lapangan dan harus mampu menjadi contoh positif bagi seluruh warga PSHT maupun masyarakat luas.
“Pamter adalah representasi pengamanan PSHT. Tunjukkan bahwa PSHT mampu menjaga nilai-nilai luhur organisasi, menjaga persaudaraan, serta menjadi teladan yang baik bagi masyarakat,” tegas Kapolres.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota perguruan silat agar tidak mudah terprovokasi dan mampu mengendalikan diri dalam setiap situasi. Jika terjadi pelanggaran hukum oleh individu tertentu, penyelesaiannya harus diserahkan kepada aparat penegak hukum tanpa menyeret nama organisasi.
“Apabila ada oknum yang melakukan pelanggaran hukum, serahkan prosesnya kepada kepolisian. Jangan sampai persoalan pribadi berkembang menjadi konflik yang membawa nama organisasi atau perguruan,” ujarnya.
Menurut Bobby, berbagai insiden yang pernah terjadi pada umumnya berawal dari persoalan personal yang kemudian membesar akibat adanya klaim identitas kelompok tertentu.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kedewasaan seluruh anggota perguruan silat dalam menjaga nama baik organisasi serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Jember Perkuat Pengamanan
Kapolres juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Pamter yang selama ini aktif membantu menjaga keamanan internal organisasi. Sinergi antara Polres Jember, Pemerintah Kabupaten Jember, Kodim, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah selama Bulan Suro.
“Kami mengapresiasi peran Pamter dalam membantu menjaga keamanan internal organisasi. Polres Jember bersama Pemerintah Kabupaten Jember dan Kodim siap berkolaborasi untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan pengesahan warga baru PSHT,” katanya.
Dengan kesiapan personel yang matang, koordinasi lintas sektor yang solid, serta komitmen seluruh pihak untuk menjaga persatuan, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Bulan Suro di Kabupaten Jember dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.
Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa budaya persaudaraan, semangat kebangsaan, dan sinergitas antar elemen masyarakat tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan serta keharmonisan sosial di Kabupaten Jember.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)










