BANYUWANGI – Langkah Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) yang dipimpin oleh Abi Arbain menuai apresiasi luas dari masyarakat. Kegiatan bertajuk “IWB Bersama Masyarakat Bershalawat” yang digelar di Kantor IWB, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, dinilai menjadi gerakan moral dan sosial yang patut dibanggakan serta layak dijadikan cerminan dan teladan bagi komunitas lainnya di Banyuwangi.
Di tengah maraknya berbagai aktivitas komunitas yang lebih berorientasi hiburan maupun kepentingan kelompok tertentu, IWB justru tampil berbeda dengan menghadirkan kegiatan religius yang membawa pesan kuat tentang persatuan masyarakat, kepedulian sosial, anti korupsi, dan penyelamatan lingkungan hidup.
Tidak sedikit masyarakat yang menilai bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bahkan mungkin satu-satunya gerakan komunitas di Banyuwangi yang mengawali kegiatan bershalawat bersama masyarakat dengan membawa misi besar demi kepentingan seluruh warga Banyuwangi.
Dengan mengusung tema “IWB Bersama Masyarakat Bershalawat, Serukan Banyuwangi Bersih dari Korupsi dan Kerusakan Lingkungan”, kegiatan tersebut sukses menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Kehadiran unsur Forkopimcam Tegalsari, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga menjadi bukti bahwa gerakan moral berbasis kebersamaan masih mendapat tempat di hati masyarakat.
Suasana penuh khidmat tampak menyelimuti jalannya acara. Ribuan jamaah larut dalam lantunan shalawat dan doa bersama demi keselamatan daerah, keberkahan masyarakat, serta harapan agar Banyuwangi menjadi daerah yang lebih adil, bersih, dan bermartabat.
Ketua IWB, Abi Arbain, menegaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat dan pentingnya menjaga Banyuwangi agar tidak kehilangan nilai moral, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Bershalawat ini bukan hanya kegiatan seremonial keagamaan, tetapi bentuk ikhtiar moral dan doa bersama untuk Banyuwangi yang lebih baik. Kami ingin masyarakat bersatu menjaga daerah ini dari korupsi, kerusakan lingkungan, dan berbagai persoalan yang merugikan rakyat kecil,” tegas Abi Arbain.
Ia menambahkan, komunitas sosial harus memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar menjadi ruang kumpul tanpa arah dan manfaat nyata.
Menurut sejumlah tokoh masyarakat yang hadir, apa yang dilakukan IWB menjadi contoh positif bagaimana komunitas mampu mengambil peran sosial, spiritual, sekaligus edukatif di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin kompleks.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan patut diapresiasi. Jarang ada komunitas yang memikirkan kepentingan moral masyarakat dan lingkungan hidup dalam satu gerakan besar seperti ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat Tegalsari.
Selain menjadi ruang silaturahmi dan penguatan spiritual, kegiatan tersebut juga dinilai sebagai bentuk kontrol sosial yang santun dan bermartabat. Pesan tentang pentingnya transparansi, kejujuran, serta perlindungan lingkungan hidup disampaikan secara damai melalui pendekatan religius dan kebersamaan masyarakat.
Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Banyuwangi agar lebih aktif menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai religius yang kuat, IWB dinilai berhasil menunjukkan bahwa komunitas masyarakat tidak hanya mampu menjadi wadah informasi warga, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak moral, sosial, dan kepedulian terhadap masa depan Banyuwangi.
(Redaksi
Media Nasional Ganesha Abadi)










