Badung – Komitmen memperkuat stabilitas keamanan berbasis partisipasi publik kembali ditegaskan jajaran Polresta Denpasar melalui forum dialog terbuka bertajuk Ngopi Kamtibmas. Kegiatan ini menjadi ruang strategis mempertemukan kepolisian dengan tokoh masyarakat guna merumuskan langkah konkret menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kuta Utara, Selasa (14/4/2026).
Bertempat di kawasan Dalung, forum tersebut dipimpin langsung Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, yang menegaskan bahwa pendekatan humanis dan komunikasi langsung merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Dalam arahannya, Kapolresta menekankan bahwa dinamika wilayah hukum Denpasar yang mencakup daerah penyangga pariwisata internasional menuntut kehadiran Polri yang adaptif, responsif, dan kolaboratif.
“Keamanan bukan sekadar tugas institusi, tetapi tanggung jawab bersama. Polri membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat adat, tokoh lokal, serta seluruh elemen warga untuk menciptakan situasi yang benar-benar kondusif,” tegasnya.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun aspirasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik Polri yang presisi dan berorientasi solusi.
Lebih jauh, Kapolresta menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara modernisasi wilayah dengan pelestarian nilai-nilai budaya Bali. Menurutnya, eksistensi desa adat, pecalang, serta pranata sosial tradisional merupakan benteng utama dalam menjaga harmoni sosial di tengah arus globalisasi.
Forum dialog tersebut dihadiri berbagai elemen strategis masyarakat, mulai dari tokoh hukum, pimpinan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), hingga para Kelian Banjar se-Padang Sambian Kaja. Diskusi berlangsung dinamis dengan mengangkat isu-isu aktual yang berkembang di tengah masyarakat.
Salah satu fokus pembahasan adalah meningkatnya mobilitas penduduk pendatang yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial apabila tidak diantisipasi secara sistematis. Selain itu, gangguan kebisingan akibat penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi juga menjadi perhatian serius warga.
Menanggapi hal tersebut, jajaran Polresta Denpasar memastikan akan meningkatkan intensitas patroli serta penegakan hukum secara terukur dan berkeadilan, tanpa mengesampingkan pendekatan persuasif.
Dalam kesempatan itu, masyarakat juga kembali diingatkan untuk memanfaatkan layanan darurat Polri melalui hotline 110 yang aktif selama 24 jam tanpa biaya. Layanan ini terintegrasi langsung dengan sistem pengaduan kepolisian dan menjadi garda terdepan dalam merespons cepat setiap potensi gangguan kamtibmas.
Perwakilan tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi atas pendekatan dialogis yang dilakukan Polresta Denpasar. Mereka menilai kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi langkah nyata dalam membangun kepercayaan serta memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.
“Forum seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan mempercepat penyelesaian masalah di lapangan. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Dengan mengedepankan kolaborasi, transparansi, dan respons cepat terhadap dinamika sosial, kegiatan Ngopi Kamtibmas diharapkan menjadi model efektif dalam menciptakan keamanan yang inklusif, berkelanjutan, dan berakar kuat pada kearifan lokal Bali.
(Humas Polresta Denpasar | Ganesha Abadi News Network)







